
China Open 2026: Raymond/Joaquin Menang Rubber Game, Tiwi/Fadia Terkendala Non Teknis
Changzhou, 21 Juli 2026
MD-R32: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Lee Fang-Chih/Lee Fang-Jen (Chinese Taipei) 21-13, 19-21, 21-16
Raymond Indra:
Pertandingan hari ini Puji Tuhan diberi kemenangan. Kekalahan di Jepang minggu lalu coba dievaluasi kenapa dan tadi coba direvisi.
Pastinya terinspirasi dan termotivasi dengan juaranya a Fajar dan a Fikri pekan lalu di Jepang, kami mau mengejar mereka.
Nikolaus Joaquin:
Saya rasa main tadi sudah cukup baik tapi memang gim kedua kami terus tertinggal, sudah mencoba mengejar tapi saya melakukan kesalahan fatal di poin-poin kritis akhirnya lepas.
Di gim ketiga kami berusaha fokus lagi, tidak memikirkan yang sudah terjadi, reset dari nol pikirannya dan Puji Tuhan berhasil memegang kendali lagi dan menang.
Tahun ini cukup luar biasa buat kami karena sudah bisa ikut semua Super 1000 dan di penutupan Super 1000 ini pastinya kami mau hasil yang terbaik untuk meningkatkan kepercayaan diri sendiri juga. Tapi kami tahu tidak akan mudah step by stepnya jadi kami mohon doa dan dukungan.
WD-R32: Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi vs Sayaka Hirota/Ayako Sakuramoto (Jepang) 16-21, 4-21
Siti Fadia Silva Ramadhanti:
Sangat kecewa dengan penampilan kami hari ini dan minggu lalu di Jepang. Mungkin faktornya non-teknis ya karena ekspektasi kami terlalu tinggi taspi di lapangan tidak seperti yang diinginkan.
Gim kedua kami benar-benar kaget karena laju bolanya jauh lebih kencang, menang anginnya tidak bisa kami kontrol dan akhirnya dari start sudah tertinggal jauh. Sama sekali tadi kami tidak bisa mengeluarkan bentuk permainan kami.
Amallia Cahaya Pratiwi;
Ini pelajaran bagi saya dan kak Fadia, ketika permainan yang kami harapkan tidak keluar, kami jadi sangat tertekan dan menjadi bumerang banget. Ke depan kami tidak boleh berfokus pada hasil tapi bagaimana berpikir satu poin demi satu poin. (*)