
Japan Open 2026: Friksi di Gim Kedua, Tak Redakan Dominasi Fajar/Fikri
Tokyo, 15 Juli 2026
MD-R32: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (2) vs Christo Popov/Toma Junior Popov (Prancis) 21-19, 21-13
Fajar Alfian:
Alhamdulillah bersyukur ya, dikasih kelancaran permainan hari ini dan diberikan kemenangan juga. Di awal gim pertama, saya bermain sangat kurang yakin, banyak melakukan kesalahan sendiri. Tadi ada 6-7 poin saya melakukan kesalahan sendiri. Tapi setelah interval, kami terus berkomunikasi bagaimana jangan mau kalah, jadi fight-nya ditunjukkan dan akhirnya bisa mengambil alih permainan dan menang.
Mereka tadi memprotes servis kami tapi selama umpire dan hakim servis tidak menganggap ada kesalahan, kami merasa tidak ada masalah. Kami tidak mau pecah konsentrasi jadi tetap mencoba fokus dengan apa yang kami mau mainkan.
Muhammad Shohibul Fikri:
Kami mengubah pola permainan sebetulnya setelah interval gim pertama. Kami membaca mereka jadi lebih cepat bermain di depan padahal sebelumnya mereka itu panjang-panjang mainnya, perubahananitu membuat cukup kaget juga tapi akhirnya kami bisa antisipasi sambil adaptasi dengan shuttlecock yang cukup berbeda dari saat latihan.
Berkaca dari pertandingan tadi, kami masih kurang puas dengan penampilannya. Semoga besok bisa lebih baik lagi dengan belajar dari kesalahan hari ini.
MD-R32: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Haruki Kawabe/Kenta Matsukawa (Jepang) 16-21, 23-21, 10-21
Raymond Indra:
Pastinya hari ini tidak puas, dari gim pertama sampai ketiga tidak keluar sama sekali mainnya. Banyak ragu-ragu, mau bertahan tidak solid dengan bola yang kencang, mau mendahului depannya tapi kami kalah cepat dari mereka.
Minggu depan di China Open kami harus perbaiki pertahanan, disiapkan lagi, dikuatkan karena bolanya mungkin bakal mirip-mirip dengan di sini. Lajunya cukup kencang.
Nikolaus Joaquin:
Ada hawa pertandingan yang terasa kurang dapat hari ini. Terus coba cari dan agak lumayan dapat di gim kedua tapi masuk gim ketiga memang kami sedang tidak enak mainnya, sudah melakukan segala cara tapi harus diakui kami kalah hari ini.
Kami sudah tahu gaya main mereka, cepat dan bertenaga. Ke depan mungkin salah satu yang menjadi pesaing kami. (*)