Polytron Indonesia Open 2026: Rachel/Febi Belum Berhasil Patahkan Dominasi Liu/Tan

Jakarta, 6 Juni 2026

Ganda putri Rachel Allesya Rose/Febi Setianingrum akhirnya harus merelakan tiket final jatuh ke tangan Liu Sheng Shu/Tan Ning (China). Pasangan rangking satu dunia ini mengalahkan Rachel/Febi dengan skor 21-17, 21-16.

Pertandingan hari ini adalah duel pertama bagi kedua pasangan. Liu/Tan yang merupakan peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 ini begitu memegang kendali permainan. Serangan-serangan tajam yang menjadi khas Liu/Tan, seringkali membuat Rachel/Febi kewalahan.

Setelah kehilangan game pertama, Rachel/Febi tak menyerah begitu saja. Mereka berupaya meredam serangan-serangan Liu/Tan. Pertahanan yang solid pun ditunjukkan Rachel/Febi, beberapa kali mereka jatuh bangun mengembalikan bola yang diarahkan Liu/Tan ke area yang sulit dijangkau. Sempat memimpin 7-3 di game kedua, Rachel/Febi tak dapat mempertahankan keunggulan.

“Kami beberapa kali salah pengertian di lapangan, di poin berikutnya pun sama. Komunikasinya lost di sini dan sudah dikoreksi sama pelatih,” kata Rachel.

“Dibilang puas ya harus puas dengan penampilan kami. Cuma tadi kami sudah unggul harusnya kami bisa ambil poin lebih banyak. Tapi masih banyak yang harus dipelajari,” tambahnya.

Laga semifinal kali ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi Rachel/Febi. Menghadapi pemain berpengalaman seperti Liu/Tan memang dibutuhkan ekstra kerja keras, satu-dua serangan saja tak dapat menembus tembok pertahanan pasangan China peraih gelar Juara Dunia 2025 ini.

“Cukup banyak dapat pengalaman dari mereka juga. Mereka punya tekanan yang bikin kami kewalahan. Dari serangannya juga mereka sangat bagus. Pelajaran untuk kami, ketika buat kesalahan itu tidak usah terlalu dipikirkan terlalu lama dan harus cepat ngebalikin fokusnya lagi,” ucap Febi.

Rachel/Febi tetap merasa bersyukur bisa lolos ke semifinal pertama mereka di level Super 1000, apalagi mereka baru berpasangan sejak September tahun lalu.

“Ini kesempatan yang bagus, apalagi di rumah sendiri juga bisa. Menurut saya pribadi bukan hal yang mudah sampai sejauh ini. Tapi ada faktor karena dukungan dari penonton. Banyak pengalaman dan pelajaran yang bisa diambil dari pertandingan ini,” imbuh Rachel.

Selanjutnya, Rachel/Febi akan berlaga di Australia Open 2026. Tahun lalu, Rachel/Febi menjadi juara di turnamen level Super 500 ini dan berharap bisa mempertahankan gelar juara. (*)

Leave a Reply