
All England 2026: Jonatan dan Alwi Kompak Menang Tiga Game
Birmingham, 4 Maret 2026
MS-R32: Jonatan Christie (4) vs Jia Heng Jason Teh (Singapura) 21-11, 10-21, 21-15
Jonatan Christie:
Tidak menyangka shuttlecocknya lumayan berat dan tidak ada angin, mirip dengan kondisi di All England 2024 tapi laju bolanya lebih lambat. Jadi memang lebih banyak menggunakan tenaga, banyak menggunakan power. Harus lebih sabar lagi dan lebih tenang. Beberapa kali pukulan-pukulannya tidak pas, ketika smash misalnya bolanya agak berhenti.
All England adalah salah satu turnamen yang menjadi target saya. Event yang besar dengan poinnya pun juga cukup besar. Setelah India Open, turnamen terakhir saya, lebih banyak persiapan menuju ke sini. Dari psikologisnya, dari fisiknya dan dari cara mainnya.
Banyak kejutan terjadi kemarin di tunggal putra, ya inilah maksudnya big event, pressure-nya itu pasti ada apalagi di pertandingan pembuka, selalu tidak mudah. Kita harus masih mencari situasi, kita harus mencari feel-nya lagi di mana lawan-lawannya juga sekarang jauh lebih merata. Saya melihatnya sih cukup baik banyak pemain bagus dan juga pemain muda jadi siapapun bisa menang. Tapi memang harus menganggap setiap partai itu adalah partai final.
MS-R32: Alwi Farhan vs Ayush Shetty 19-21, 21-9, 21-17
Alwi Farhan:
Pertama-tama, alhamdulillah pastinya. Suatu kehormatan dan suatu kebanggaan bagi saya sendiri bisa bermain di All England. Mimpi yang menjadi kenyataan. Saya merasakan atmosfer yang berbeda tapi lawan saya juga baru pertama kali jadi saya mencoba menempatkan apa yang saya rasa dan dilempar ke lawan. Mungkin yang lawan saya rasakan juga ada di diri saya juga. We never know about each other tapi yang pasti kita tahu saya mau berusaha setiap poinnya.
Alhamdulillah saya bisa memaksimalkan kesempatan walau saya rasa saya sempat kehilangan momentum di gim pertama karena beberapa kali, lima atau empat kali, Ayush sempat berdarah di bagian lututnya dan ada medical break sehingga pertandingan terhenti.
Di gim kedua dan ketiga saya bisa bounce back, saya bisa melawan diri saya. Rasa ragu-ragu yang ada di dalam diri saya.
Beberapa pemain ungulan langsung tersingkir di babak pertama menjadi bukti nyata bahwa di tunggal putra, unggulan tidak selalu menjadi patokan. Bahwa siapapun bisa memenangkan pertandingan, semua mempunyai kesempatan menang yang sama jadi siapa yang lebih siap dia yang akan memenangkan pertandingan. (*)