
BATC 2026: Tim Putri Atasi Hong Kong 4-1
Qingdao, 4 Februari 2026
Women’s Team – Group X – Matchday 1
Indonesia 4-1 Hong Kong
WS1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Lo Sin Yan Happy 21-23, 19-21
WD1: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Yeung Nga Ting/Yeung Pui Lam 21-16, 21-19
WS2: Mutiara Ayu Puspitasari vs Saloni Samirbhai Mehta 21-11, 22-20
WD2: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan 21-23, 21-18, 21-11
WS3: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Wong Yi 21-17, 21-14
Thalita Ramadhani Wiryawan:
Sangat disayangkan memang saya tidak bisa sumbang poin untuk Indonesia, untuk kakak-kakak saya.
Lawan punya pengalaman lebih banyak, tadi saya coba melawan saja dulu. Memang ada beban jadi tunggal pertama tapi kakak-kakak saya berpesan untuk lepas saja, enjoy saja jadi tadi saya terus berusaha tanpa berpikir hasil dulu.
Saya mendapat pengalaman dan pelajaran berharga dari pertandingan hari ini. Saya harus lebih sabar, lebih tahan lagi setiap pukulan dan harus lebih ulet.
Febriana Dwipuji Kusuma:
Di gim pertama itu kami seperti terlalu berpikir mainnya, sudah mempersiapkan pola apa yang mau dimainkan tapi malah kagok-kagok sendiri.
Di Indonesia Masters kami bertemu Yeung Nga Ting tapi pasangannya berbeda, Lui Lok Lok. Kami menang cukup sulit dengan rubber game waktu itu jadi hari ini ketika dia kembali ke pasangan aslinya (Yeung Pui Lam), kami sudah lebih mempersiapkan. Cara mainnya sudah lebih tahu.
Menjadi ganda pertama ataupun kedua bagi kami sama saja, yang penting pada saat dipercaya untuk main kami pasti melakukan yang terbaik untuk tim dan selalu berusaha untuk menyumbang poin.
Tim ini memang diisi dengan pemain-pemain yang baru naik ke atas tapi kami yakin semua mempunyai kualitas yang sangat bagus. Pertandingan beregu berbeda dengan perorangan, vibes-nya bisa membuat semua terjadi di lapangan.
Meilysa Trias Puspitasari:
Lawan juga gerakannya grasa-grusu dan itu membuat kami terbawa. Di akhir gim coba lebih mengatur tempo, tidak mau lagi masuk ke dalam pola mereka.
Mutiara Ayu Puspitasari:
Alhamdulillah, hari ini pertandingan lancar, tidak ada cedera, tidak ada penghalang. Secara main sebenarnya buat ukuran hari pertama cukup memuaskan karena terlebih juga kita tahu lawannya bagus dan punya banyak pengalaman. Saya berpikir ini kesempatan besar untuk menunjukkan rasa tidak mau kalah terlebih hampir semua tunggal putri yang dibawa baru mau naik ke atas.
Di gim kedua setelah tertinggal 16-20, instruksi dari pelatih, mas Nunung dan si Shendy banyak membantu. Mereka selalu bilang belum selesai, belum game jadi saya pun tidak punya alasan buat menyerah. Kalau dari permainan, saya coba masuk saja dan tidak banyak mengambil resiko dulu. Alhamdulillah bisa mengejar satu poin demi satu poin,
Di BATC ini saya berharap bisa bertemu An Se Young (Korea). Saya ingin seperti dia dan akan jadi pengalaman yang luar biasa dan banyak pelajaran yang saya mau ambil kalau bisa berbagi lapangan dengan dia.
Rachel Allessya Rose:
Pertama, Puji Tuhan sudah selesai tanpa cedera apapun. Nggak expect juga kalau bakal sesengit ini pertandinganya hanya di gim kedua dan ketiganya kami coba buat lebih nggak buru-buru mau balik serang. Lebih diolah lagi, lebih sadar lagi sama pukulan masing-masing.
Besok lawan Jepang untuk penentuan juara grup pastinya kami harus menyiapkan dulu kondisinya lalu start awalnya harus langsung bagus. Kalau diturunkan kami siap mau jadi ganda pertama atau ganda kedua.
Febi Setianingrum:
Yang terjadi di gim pertama defense-nya kami kadang kurang tenang tapi kadang juga terlalu tenang jadi masih kurang rapi.
Beberapa pertandingan terakhir memang kami terus bermain rubber, kami harus meningkatkan komunikasinya mungkin, mau main apanya harus lebih kuat lagi.
Ester Nurumi Tri Wardoyo:
Puji Tuhan, bersyukur juga bisa kembali lagi di lapangan. Ini match pertama saya dan saya cukup senang bisa menyumbang poin untuk tim.
Saat menonton Thalita tadi, saya sudah sangat tegang. Atmosfernya sangat terasa. Pas masuk lapangan juga tetap ada deg-degan, ada gugup tapi bersyukur bisa menanganinya dengan baik.
Evaluasi untuk pertandingan selanjutnya apabila kembali dipercaya, saya harus lebih safe mainnya, harus lebih berjuang dan tidak mudah buang poin, maksudnya jangan mudah mati sendiri. Tapi secara keseluruhan tadi cukup baik, saya sudah bisa mengeluarkan permainan yang saya mau. (*)