
BATC 2026: Kemenangan Sempurna Beregu Putra di Laga Perdana
Qingdao, 3 Februari 2026
Men’s Team – Group D – Matchday 1
Indonesia 5-0 Myanmar
MS1: Prahdiska Bagas Shujiwo vs Htut Hein 21-14, 21-19
MS2: Anthony Sinisuka Ginting vs Nyan Shaine Lin 21-5, 21-11
MS3: Richie Duta Richardo vs Lal Zuidika 21-5, 21-2
MD2: Muhammad Rian Ardianto/Rahmat Hidayat vs Hein Htut/Phone Htet Zaw 21-13, 21-12
MD1: Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Phyo Thurain Kyaw/Lal Zuidika 21-4, 21-17
Prahdiska Bagas Shujiwo:
Alhamdulillah hari ini lancar, tidak ada cedera apapun dan diberi kemenangan. Sempat nervous juga ya karena ini pertandingan pertama dan pertama kali main beregu juga di turnamen yang menurut saya besar. Ini pengalaman lah buat saya.
Di gim pertama saya tadi lebih menguasai permainan karena kemarin pas coba lapangan sisi itu kondisinya kalah angin jadinya lebih percaya diri untuk menerapkan pola main buat rally, bikin lawan berlari. Tapi di gim kedua jadi ragu-ragu buat menerapkan pola yang sama, takut out. Mau menyerang juga masih ragu-ragu.
Beban pasti ada jadi tunggal pertama dan seperti nggak menyangka juga jadi tunggal pertama. Tapi saya mencoba untuk membuktikan kalau saya bisa dan saya meyakinkan diri bahwa saya pasti bisa melewati tantangan hari ini.
Anthony Sinisuka Ginting:
Memang sejauh ini kondisi sudah pulih setelah Indonesia Masters, saya juga sudah siap main hari ini. Kebetulan Ubed juga baru sampai tadi malam dari Bangkok dan harus istirahat dulu jadi komposisi permain seperti ini.
Kami memang tidak mau menganggap remeh Myanmar, kami coba tetap fokus siapapun lawannya, tetap main yang maksimal. Tadi coba buat main dengan baik saja sih, apa yang sudah dicoba kemarin, adaptasi lapangan semua segala macam kan sudah berjalan dengan baik jadi hari ini coba untuk mengembangkan permainan.
Satu nilai baik hari ini buat Bagas (Shujiwo) sebagai pengalaman karena memang nggak gampang, berbeda main tim dengan individu apalagi tadi kan sebagai pembuka match hari ini dan juga main pertama di minggu ini. Memang banyak hal, faktor-faktor non-teknis yang bikin main juga jadi kurang lepas tapi memang bersyukurnya dia bisa mengatasi dengan baik. Cukup senang melihat Bagas tadi bisa keluar dari tekanan di gim kedua.
Richie Duta Richardo:
Lawan hari ini saat di Asia Junior dulu adalah pemain ganda, tidak tahu apakah dia pindah ke tunggal atau bagaimana jadi dari awal sudah tahu kalau misalnya pemain dari ganda, main ke tunggal pasti tidak biasa bermain dengan banyak pukulan, mainnya cepat. Saya lebih seperti melambatkan tempo saja.
Ini pertama kali ikut beregu di level senior, pastinya tekanannya lebih berbeda. Di senior lebih banyak pemain-pemain yang kelas elit dunia kan jadi pasti ya harus dapet banyak pelajaran, belajar dari pemain-pemain itu. Pastinya senang dan bangga perdana bisa jadi wakil Indonesia di turnamen Asia senior.
Tadi masuk lapangan pastinya tambah kepercayaan diri soalnya posisi tim sudah unggul, saya bisa main tanpa beban.
Muhammad Rian Ardianto:
Hari ini kami masih mencari pola-pola permainan karena dari kemarin pertandingan terakhir di Thailand, shuttlecocknya berbeda, kondisi cuaca juga berbeda, di Thailand panas, di sini sangat dingin, jadi masih butuh adaptasi. Semoga setelah pertandingan hari ini, untuk ke depan mau dimainkan atau tidak, bisa selalu siap.
Saya dan Rahmat baru pertama ikut beregu secara pasangan, ini jadi pengalaman juga buat saya karena saya pun baru pertama kali di beregu dengan partner berbeda. Semoga dengan partner baru ini bisa terus menjaga permainan, bisa menjaga performa, dan juga harapannya bisa terus menunjukkan tren positif. Setelah kemarin di Thailand juga hasilnya juga tidak buruk-buruk amat dengan masuk semifinal dan kalah dari yang juara, Leo/Bagas.
Rahmat Hidayat:
Tahun lalu saya ada di tim BAMTC yang juara di tempat ini, semoga kami bisa mengulangi prestasi itu. Bisa mendapat hasil yang memuaskan dan semoga kami bisa selalu kasih yang terbaik semuanya, siapapun yang diturunkan.
Leo Rolly Carnando:
Di gim pertama kami langsung menekan karena kami belum tahu standar lawan bagaimana jadi tidak mau lengah. Gim kedua karena kami belum sempat latihan jadi lebih banyak mencoba-coba pukulan, lebih “ngenakin” lagi tapi tetap jaga poinnya jangan sampai kebablasan karena kan lawan juga bermain cukup bagus.
Kami harus pintar-pintar jaga kondisi, tidur harus cukup dan makannya harus mencukupi gizi. Itu kuncinya.
Bagas Maulana:
Setelah juara di Thailand tetap kami tidak boleh cepet puas, di sini harus semangat lagi, dari 0 lagi. Tetap fokus untuk menyumbang poin untuk tim dan Indonesia walau kondisinya belum fit 100% setelah baru sampai tadi malam dari Bangkok. (*)