
wondr by BNI Indonesia IC 2025: Devin/Faathir ke Final
Yogyakarta, 22 November 2025
MD – SF: Ali Faathir Rayhan/Devin Artha Wahyudi [7] vs Muhammad Faiq/Lok Hong Quan [3] (Malaysia) 18-21/21-16/21-15.
Devin Artha Wahyudi:
Game pertama kami unggul terus dari awal dan lawan tertekan terus, namun di poin tua kami malah panik dan tidak bisa jaga poin.
Game kedua dari awal bermain ketat, namun kami berhasil memegang fokus dan menerapkan pola seperti game pertama, di poin 15-15 lawan banyak salah buang bola dan kami lebih mudah ambil poin.
Di game ketiga kami dapat percaya diri meskipun sempat terganggu di awal game, namun setelah unggul, lawan bermain kurang enak dan kami terus menekan.
Ali Faathir Rayhan:
Di awal kami main panjang-panjang namun malah keduluan lawan, akhirnya kami tambah perubahan bola jadi panjang, pendek dan banyak variasi.
Lawan sendiri mainnya tenang dan berani buat main halus di depan serta defencenya berani juga.
MD – SF: Muh Putra Erwiansyah/Daniel Edgar Marvino [1] vs Aaron Tai/Tan Zhi Yang [8] (Malaysia) 21-17/14-21/15-21.
Daniel Edgar Marvino:
Saya terlalu banyak mati sendiri dari defence dan bola setengahnya. Kami terus mendapar serangan dan tertekan, setiap kami menyerang bolanya pun selalu balik.
Ini belum sesuai target, target saya sebenarnya juara, jadi buat ke depannya harus lebih semangat lagi
Muh Putra Erwiansyah:
Tadi kalah cepat dan Aaron Tai mainnya pintar dan cepat juga. Banyak bola yang harusnya bisa saya matikan malah tidak saya matikan karena ragu-ragu melihat posisi lawan yang sudah siap.
Saya harus lebih tahan lagi dan tambah lagi latihannya. (*)