
Denmark Open 2025: Dua Ganda Putra Plus Ana/Trias ke Babak 16 Besar
Odense, 14 Oktober 2025
MD-R32: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (7) vs Kenya Mitsuhashi/Hiroki Okamura (Jepang) 21-17, 21-13
Fajar Alfian:
Bersyukur diberikan kelancaran dan kemenangan. Kami cukup kaget dengan suasana lapangan yang senyap dan agak dingin jadi sedikit engap di awal padahal pemanasan sudah lumayan baik.
Di gim pertama lawan memperlambat tempo dan membuat kesulitan hingga interval. Setelah itu kami meladeni tempo mereka dengan bermain sabar, banyak mengolah bola lalu di saat ada kesempatan baru menyerang. Ini berbeda dengan pertemuan pertama kami di Korea Open lalu, ketika itu mereka langsung bermain cepat.
Hari ini juga, saya membiarkan Fikri banyak bermain di depan untuk banyak memotong bola pengembalian lawan dengan kecepatan yang dia miliki.
Muhammad Shohibul Fikri:
Di gim kedua kondisi lapangan ada kalah angin yang dirasakan jadi perlu waktu untuk beradaptasi lagi. Kami juga banyak melakukan kesalahan sendiri. Tapi setelah interval kami mencoba bermain lebih safe saja.
WD -R32: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Paulina Cybluska/Kornelia Marczak (Polandia) 21-4, 21-16
Febriana Dwipuji Kusuma:
Di gim pertama kami langsung menerapkan pola menyerang dan itu bisa berjalan dengan baik. Di gim kedua posisi menang angin kami bermain lebih hati-hati dan lawan juga mulai tidak banyak mati sendiri.
Adaptasi dengan lapangan sudah berjalan cukup baik, tinggal mempertajam dan memperbaiki touch pukulannya. Semoga kami bisa menampilkan yang maksimal di pertandingan selanjutnya.
Meilysa Trias Puspitasari:
Di gim kedua kami juga mencoba banyak variasi pukulan, untuk lebih ngenakin lagi. Tentunya ini adi modal yang cukup baik buat kami ke 16 besar yang lawannya pasti lebih sulit.
MD-R32: Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani vs Huang Di/Liu Yang (China) 21-16, 21-15
Moh Reza Pahlevi Isfahani:
Alhamdulillah bersyukur bisa memenangkan pertandingan hari ini. Tadi dari awal kami bermain dengan ritme cepat karena kondisi arena yang berangin jadi bagaimana polanya bisa terus menekan dan menyerang.
Di gim kedua setelah sempat unggul jauh, kami kehilangan banyak poin karena lawan bermain lebih nothing to lose menjelang akhir. Ada tekanan dari mereka setelah sebelumnya mereka banyak melakukan kesalahan.
Sabar Karyaman Gutama:
Di gim pertama memang posisi kami kalah angin tapi kami tidak mau kalah cepat dengan mereka yang merupakan pasangan muda. Kuncinya kami bisa menekan dengan sabar dan bisa mengatur serangan.
Persiapan di latihan kami sudah bagus, kami berharap bisa mendapat hasil yang lebih baik dari beberapa turnamen ke belakang. (*)