
China Masters 2025: Tunggal Putra Tersisa Jonatan
Shenzhen, 17 September 2025
MS-R32: Jonatan Christie (5) vs Kenta Nishimoto (Jepang) 21-19, 21-19
Jonatan Christie:
Kondisi shuttlecock memang berbeda dibandingkan saat saya kalah di Japan Open lalu. Di sini shuttlecock lebih laju dan itu jadi pembeda di laga hari ini. Saya bisa menerapkan strategi dan cara bermain yang lebih baik dari dia.
Walau memang masih ada tadi beberapa kali melakukan kesalahan-kesalahan tapi ini pertandingan pertama, selalu punya kesulitannya tersendiri. Adaptasi masih harus terus dilakukan.
Besok bertemu Lin Chun-Yi, tidak mudah karena dia punya kecepatan dan dengan kondisi di lapangan seperti ini saya harus siap habis-habisan meladeni permainan dia.
MS-R32: Alwi Farhan vs Li Shi Feng (4/China) 16-21, 9-21
Alwi Farhan:
Pastinya kurang puas dengan performa hari ini. Li Shi Feng dengan pengalamannya beberapa kali ketika saya mau bermain cepat tapi dia bisa meredam dengan sangat baik.
Ini pelajaran dan pengalaman pertama saya bertemu dengan permainan seperti ini.
Planning dan gambaran sebelum bertanding pasti sudah ada dan itu cukup berjalan di gim pertama tapi di akhir ada momen harusnya dia mati tapi bisa mengembalikan. Itu membuat pikiran saya terganggu dan tidak bisa melawan.
MS-R32: Anthony Sinisuka Ginting vs Leong Jun Hao (Malaysia) 19-21, 21-5, 10-21
Anthony Sinisuka Ginting:
Gim pertama sempat tertinggal jauh tapi setelah interval dapat arahan dari koh Indra untuk mencoba mengubah strategi dan berhasil banyak dapat poin. Tapi sayang setelah mengejar, momentumnya hilang di dua poin terakhir.
Kondisi lapangan memang cukup terasa menang dan kalah anginnya. Lawan juga pasti merasakan. Di gim ketiga sayang saya banyak melakukan kesalahan sendiri di awal padahal niatnya ngadu seperti gim pertama, selain itu saya juga kurang bisa mengembangkan cara mainnya.
Tidak ada terpikirkan bahwa setelah comeback saya belum merasakan kemenangan tapi memang sampai turnamen kelima ini feeling dan cara main belum kembali 100% seperti dulu. Ini yang masih jadi pekerjaan rumah. (*)