China Open 2025: Dua Ganda Campuran Menang Dramatis

Changzhou, 23 Juli 2025

XD-R32: Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah vs Cheng Xing/Zhang Chi (China) 21-18, 17-21, 21-19

Amri Syahnawi:
Di pertandingan ini, poinnya dari awal sampai akhir memang kejar-kejaran tapi gim pertama kami bisa menang strategi. Posisi mereka menang angin jadi kaget pengembaliannya banyak out sementara kami lebih leluasa untuk melakukan serangan.

Di gim kedua kami sempat memegang kendali tapi mereka mengubah tempo dengan mempercepat permainan. Ini yang tidak bisa kami antisipasi dan akhirnya terjadi rubber game.

Di gim penentuan kami berusaha yang terbaik, walau sudah tertinggal tapi selama belum selesai kami mencoba menerapkan pola yang kami mau dan itu berhasil. 10 poin terakhir setelah interval kami di posisi menang angin jadi kami memaksa untuk menyerang.

Setelah mereka terkejar lalu kami membalikkan keadaan, terlihat Cheng Xing agak tegang dan emosional, ini membuat kami lebih yakin dan percaya diri.

Nita Violina Marwah:
Saat tertinggal di gim ketiga saya bisa main lebih lepas. Saya tidak banyak berpikir, yang penting bolanya masuk dulu. Tidak nafsu untuk mematikan, biar kak Amri yang mematikan.

XD-R32: Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu vs Goh Soon Huat/Lai Shevon Jemie (6/Malaysia) 18-21, 24-22, 21-15

Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu:
Bersyukur banget masih bisa menang hari ini, tadi sudah di ujung sekali kami tertinggal 17-20 di gim kedua setelah kalah di gim pertama tapi Tuhan masih kasih rezeki.

Dari permainan secara keseluruhan awalnya tidak sesuai dengan apa yang mau dijalankan tapi ketika benar-benar sedang tertekan, saya mengingat di pertemuan pertama servis saya menghasilkan banyak poin jadi saat tadi dapat satu poin lalu berbalik servis di saya, saya berpikir fokus dari servis. Memaksa servisnya optimal.

Sejak saat itu pikiran saya tetap fokus bagaimana caranya untuk dapat poin cepat dari servis jadi berusaha main taktis.

Jafar Hidayatullah:
Cukup susah hari ini terutama di gim kedua karena bola atas saya banyak nyangkut. Pengaruh angin terasa sekali jadi sentuhannya selalu tidak pas. Ketika tertinggal kami nekat saja, mau main aman juga sama saja kalau hilang satu poin berarti kalah.

Untuk besok kami harus lebih siap, lebih fokus dan mengurangi mati sendiri yang masih banyak sekali. Itu PR kami. (*)

Leave a Reply