Badminton Asia Championships 2023: Jordan/Melati dan Dejan/Gloria Menang, Rehan/Lisa Mundur

Dubai, 25 April 2023

Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti vs Kyohei Yamashita/Naru Shinoya (Jepang) 21-17, 21-16

Praveen Jordan:
Pasangan Jepang kan memang mainnya ulet jadi kami tadi sebelum tanding sudah diskusi agar tidak kalah start dari mereka. Kondisi saya bisa dibilang semakin hari memang semakin membaik, progresnya kelihatan naik terus dan semakin berkurang kendala di pasca cederanya. Kalau awal-awal kan masih takut tapi semakin ke sini semakin nyaman.

Untuk pertandingan berikutnya kan masih lusa jadi besok mau latihan dulu untuk mempersiapkan strategi dan kondisi kami. Dan pastinya pelajari juga pola lawan lewat video.

Melati Daeva:
Saya bilang sama Jordan untuk langsung in mainnya, jangan biarkan lawan berkembang dengan terus menekan. Kami tahun lalu di turnamen yang sama juga bertemu mereka jadi kurang lebih sudah tahu permainannya.

Di lapangan tidak ada kendala berarti, ok-ok saja semua.

Lawan kami di babak 16 besar kan pelatihnya Om K (Nova Widianto), sudah sangat hafal dengan kami jadi harus benar-benar disiapkan nanti dari teknis maupun non teknisnya.

Dejan Ferdinansyah/Gloria Emanuelle Widjaja vs Feng Yan Zhe/Huang Dong Ping (6/China) 21-18, 21-14

Gloria Widjaja:
Puji Tuhan bisa melewati babak pertama dengan kemenangan. Kami benar-benar persiapan mati-matian di Jakarta untuk melawan mereka jadi tadi coba untuk kembali ke pola kami yang sudah dikasih tahu oleh pelatih, meningkatkan komunikasi juga saya dengan Dejan terutama di gim pertama saat tertinggal. Sekarang balik lagi untuk jaga kondisi, jaga pikiran dan semuanya untuk bersiap bertanding di babak 16 besar.

Kami mau step by step dulu, tadi juga berpikirnya bagaimana kami bisa lewat dulu dari lawan di babak pertama ini. Targetnya mau sampai babak berapapun, kami mau maksimal karena ini kesempatan pertama saya dan Dejan bermain di sini. Hasil nanti pasti mengikuti dengan apa yang kita perjuangkan dan persiapkan.

Dejan Ferdinansyah:
Hari ini kami tidak terpaku dengan satu pola permainan, kami mencoba banyak variasi karena fokusnya adalah meredam kelebihan mereka yang unggul di bola atas dan sambungan-sambungannya. Jadi kami coba untuk tidak memberikan mereka bola seperti itu. Di sisi lain, kami juga banyak mengincar kekurangan mereka.

Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati vs Chang Ko-Chi/Lee Chih Chen (Chinese Taipei) 21-18, 15-21, 6*-11 Retired

Amon Sunaryo – Pelatih Ganda Campuran:
Rehan otot antara perut dan pinggangnya tertarik dua hari sebelum keberangkatan. Sejak tiba di sini sudah diterapi dan coba diobati tapi memang belum sembuh.

Tadi coba dipaksa bermain tapi memang sangat terbatas pergerakannya. Tidak bisa melakukan smes. Di gim ketiga sakitnya mungkin sudah tidak bisa ditahan jadi kita putuskan untuk mundur.

Setelah pulang ke Jakarta akan langsung diperiksa, semoga bukan sesuatu yang serius.

Saya berpesan kepada Rehan untuk fokus pada penyembuhan dan lanjut penguatannya nanti. (*)

Leave a Reply