(Angkat Raketmu) Gerakan Juara Angkat Raketmu Diharapkan Menginspirasi Generasi Muda
(Jakarta, 31/10/2014)
Lewat gerakan kolaboratif Angkat Raketmu yang diprakarsai oleh Coca Cola Indonesia dan PBSI, akan dibangun 40 lapangan bulutangkis yang tesebar di seluruh pelosok Indonesia. Gerakan ini merupakan lanjutan dari periode sebelumnya yang telah berjalan sejak Oktober 2013 yang telah menghasilkan 16 lapangan bulutangkis di seluruh Pulau Jawa.
Pembangunan lapangan sebagai salah satu sarana dan prasarana bermain bulutangkis merupakan salah satu upaya untuk membangkitkan kembali minat masyarakat untuk mengayunkan raket dan bermain bulutangkis. Besarnya perhatian masyarakat akan bulutangkis diharapkan dapat menginspirasi para generasi muda untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan bulutangkis.
"Terima kasih kepada Coca Cola dan semua pihak yang telah mendukung PBSI dalam mewujudkan gerakan ini. Sementara telah dibangun 16 lapangan, kedepannya akan dibangun lagi 40 lapangan di seluruh tanah air dari Sabang sampai Merauke," ujar Gita Wirjawan, Ketua Umum PP PBSI.
"Kami ingin gerakan Angkat Raketmu ini menjadi inspirasi, seperti seorang maestro Rudi Hartono yang dengan modal sebuah raket bisa ngetop dan mengharumkan nama bangsa. Semoga gerakan Angkat Raketmu dapat menggairahkan kembali bulutangkis di Indonesia," tambah Gita dalam acara peluncuran Angkat Raketmu, (Jumat, 31/10) di Cilandak Townsquare, Jakarta.
Berbeda dengan program Angkat Raketmu sebelumnya, pada periode kali ini akan dibangun lapangan bulutangkis di luar Pulau Jawa. Hal ini tentunya sangat bermanfaat bagi perkembangan bulutangkis di daerah pelosok.
"Menurut saya ini menarik, karena gerakan ini akan diperluas ke luar Pulau Jawa yang nantinya dapat menyaring calon pemain muda di luar Pulau Jawa. Selama ini bulutangkis tersentralisasi di Pulau Jawa," ujar Yuni Kartika, Kasubid Humas dan Sosial Media PP PBSI.
Mantan pemain nasional tunggal putri ini juga berharap dengan hadirnya para atlet dan mantan atlet yang nantinya akan meresmikan pembangunan lapangan tersebut dapat menjadi penyemangat untuk masyarakat setempat untuk bermain bulutangkis.
"Kalau dulu kami para mantan atlet banyak tumbuh dari bermain lapangan di sekitar rumah, makanya sekarang dibangkitkan lagi gerakan ini. Kami berharap datangnya para atlet dan legend dapat menyemangati masyarakat," tambah Yuni. (*)