(BWF World Championships 2014) Ganda Putri Cemerlang di Kejuaraan Dunia, Ini Rahasianya

 

 
(Copenhagen, 28/8/2014)
Penampilan ganda putri Indonesia di ajang BWF World Championships 2014 mendapat perhatian para pecinta bulutangkis dunia. Diawali dari kejutan yang diciptakan Anggia Shitta Awanda/Della Destiara Haris dengan membungkam pasangan rangking satu dunia, Bao Yixin/Tang Jinhua (Tiongkok), hingga kemenangan atas wakil tuan rumah di babak ketiga.
 
Tiket babak perempat final diraih Anggia/Della yang merupakan pemain-pemain muda, atas Line Damkjaer Kruse/Marie Roepke. Sebelumnya, Greysia Polii/Nitya Krishinda Maheswari juga menekuk unggulan kedua asal Denmark, Kamilla Rytter Juhl/Christinna Pedersen, 21-15, 21-19.
 
Lalu apa komentar Eng Hian, Kepala Pelatih Ganda Putri PBSI, soal hasil yang dicapai para anak didiknya? Berikut petikan wawancara Badmintonindonesia.org bersama Eng Hian di stadion Ballerup Super Arena, Kamis (28/8).
 
Apa komentar anda mengenai penampilan pemain ganda putri sejauh ini di BWF World Championships 2014?
 
Target pertama untuk masuk babak delapan besar sudah berhasil dicapai Anggia/Della. Namun secara pribadi pasti inginnya lebih dari perempat final. Saya perhatikan sejak babak pertama, grafik penampilan Anggia/Della terus meningkat.
 
Saya harapkan Greysia/Nitya juga besok bisa menjaga performance mereka, soal hasil nanti kita lihat di lapangan.
 
Apa yang terjadi dengan Suci Rizki Andini/Tiara Rosalia Nuraidah?
 
Terus terang saya tidak puas dengan hasil yang diraih Suci/Tiara di turnamen ini. Ada hal yang harus dievaluasi dari keduanya, terutama masalah non teknis.
 
Ini adalah kendala utama yang mesti saya lihat dan evaluasi. Dengan catatan atletnya sendiri juga mau berubah, demi kebaikan mereka.
 
Belakangan ini para ganda putri Indonesia membuat kejutan dengan menumbangkan ganda putri andalan-andalan Tiongkok, apa rahasianya?
 
Nothing special kok. Saya hanya mengajarkan kepada anak-anak bahwa kalau kita mau bertanding, jangan memandang lawan sebagai figur yang levelnya diatas kita. Tak usah dilihat siapa ini si A, B dan sebagainya.
 
Kalau saya lihat dalam enam bulan ini, anak-anak sepertinya terlalu mengagumi sosok-sosok pemain dunia yang menjadi lawan mereka. Saya bilang kepada mereka, tolong kebiasaan ini dihilangkan. Saya sudah cukup lama mempelajari dan mengikuti perkembangan ganda putri level dunia. Dari sisi teknik, pemain Indonesia itu lebih bagus. Artinya, mereka lebih unggul dari segi skill dan intelegensi. Kurangnya menurut saya di segi confident.
 
Padahal dengan adanya rasa percaya diri, ini akan berpengaruh ke kegiatan sehari-sehari mereka seperti atmosfer di latihan, jadi mereka punya tujuan. Sejauh ini anak-anak ada yang sudah bisa menerima dan mungkin masih ada yang masih proses menerima hal ini.
 
Selain mengatur mindset atlet, apakah program dan p