(Pengembangan) Kenalkan Bulu Tangkis Sejak Dini, PBSI Luncurkan “Shuttle Time”

 

(Jakarta, 26/6/2013) Bekerja sama dengan Badminton World Federation, PBSI membuat sebuah terobosan yang berisi program khusus pengenalan bulu tangkis bagi para siswa sekolah di seluruh Indonesia. Dengan tujuan mengenalkan bulu tangkis sedini mungkin, program ini mulai diterapkan pada siswa-siswa Sekolah Dasar (SD).
 
“Program ini akan memiliki silabus sendiri, dimana para siswa yang tadinya tidak tahu bulu tangkis jadi tahu. Mereka yang tidak suka bulu tangkis jadi suka. Tak hanya itu, kami juga akan mendorong para guru olahraga di sekolah untuk bisa mengajarkan bulu tangkis pada siswa-siswanya” ujar Basri Yusuf, Kabid Pengembangan PBSI.
 
Program yang dinamakan Shuttle Time ini merupakan salah satu bentuk penerapan LTAD (Long Term Atlhete Development) yang diramu PBSI untuk menemukan bibit-bibit baru di bulu tangkis. Mengapa program ini diaplikasikan pada anak usia sekolah? Menurut Basri, proses pembentukan seorang atlet membutuhkan waktu sekitar 10 tahun lamanya. Jika para atlet memiliki dasar pelatihan yang kuat sejak kecil, maka saat ‘golden age’ mereka sudah lebih siap untuk berprestasi.
 
“Pembentukan atlet itu bukanlah sesuatu yang instan, butuh proses dan butuh waktu sekitar 10 tahun. Makanya kami persiapkan atlet dengan pengembangan jangka panjang, selain itu pelatihnya juga akan kami buatkan program” tambah pria berusia 60 tahun ini.
 
Adapun program pengembangan pelatih akan dibagi kedalam beberapa level. Pertama adalah kelompok pelatihan guru olahraga dan sekolah serta klub kecil seperti yang telah disebutkan diatas. Level kedua adalah pelatih dari klub berprestasi di provinsi, selanjutnya mereka yang memiliki prestasi di tingkat provinsi dan nasional. Level keempat adalah mereka yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional.
 
“Tiap pelatih akan mendapatkan sertifikat dari semua pelatihan. Selain itu mereka harus magang selama 30 jam di level setingkat diatasnya untuk dapat suasana melatihnya. Sehingga saat pulang ke daerahnya masing-masing, mereka dapat visualisasinya” jelas Basri.
 
Selain program Shuttle Time, dalam rangka meningkatkan prestasi bulu tangkis, PBSI juga makin gencar dalam menjalankan aplikasi sport science serta serangkaian program pengembangan daerah.