(Singapore Superseries) Tommy Manfaatkan Kekesalan Wang Zhengming

(Singapura, 20/9/2013) Dibutuhkan ketenangan dan kesabaran bagi seorang pemain untuk mengungguli lawan di poin-poin kritis. Seperti yang terjadi pada partai tunggal putra di babak kedua antara Tommy Sugiarto melawan Wang Zhengming asal Cina.

Zhengming yang sudah game point 20-19, harus menerima keputusan hakim servis yang menyatakan servisnya fault. Hal ini tentu saja menyulut kekesalan Zhengming yang merasa dirugikan. Namun keputusan hakim servis tidak dapat diganggu gugat. Bahkan saat Zhengming minta izin pada wasit untuk berbicara pada hakim servis, permintaan itupun dengan tegas ditolak.

Riuh penonton ramai menyoraki Zhengming yang berdiri di depan net sambil berkacak pinggang dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Di pinggir lapangan, Joko Suprianto yang mendampingi Tommy berteriak mengingatkan anak didiknya untuk tetap tenang dan fokus.

"Tetap tenang ya, jangan kepancing. Ayo ini poin tua, fokus lagi satu-satu ya" ujar Joko.

Tommy tentunya tak ingin melewatkan kesempatan ini. Merasa diatas angin, Tommy terus menggempur pertahanan Zhengming yang tampaknya fokusnya terganggu hingga akhirnya satu pengembaliannya jauh melebar di sisi kanan lapangan. Tommy pun menang straight game dengan skor 21-16, 22-20.

"Tadi saat ketinggalan memang pressure tinggi sekali. Tapi kejadian itu cukup berpengaruh juga, saya bisa lebih relax dari lawan dan usaha cari satu demi satu poin seperti diinstruksikan pelatih" jelas Tommy.

"Pada game kedua saya menang angin, jadi harus banyak menurunkan bola, sehingga kelihatannya terburu-buru, padahal tidak" tambahnya.

Pada babak perempat final besok, Tommy akan menantang Rajiv Ouseph, wakil dari Inggris. Ouseph membuat kejutan dengan menumbangkan Kenichi Tago, unggulan keempat dari Jepang.