(Piala Sudirman) Indonesia vs India : Poin Pertama Sangat Krusial
(Kuala Lumpur, 19/5/2013) Pertandingan babak penyisihan grup A Piala Sudirman 2013 antara Indonesia melawan India bisa dibilang partai hidup-mati bagi kedua negara ini. Masing-masing tim harus meraih kemenangan jika ingin lolos ke babak perempat final.
India tak punya pilihan, pada pertandingan pertama hari ini kontra China yang juga tergabung di grup A, India kalah telak 0-5. Sementara Indonesia dijadwalkan akan bertemu China pada hari Selasa (21/5). Meskipun peluang menang tetap ada, namun tim China tentunya tak akan mudah untuk ditaklukkan. Diatas kertas, China unggul di semua sektor jika dibandingkan tim Indonesia.
Meskipun Indonesia yang unggulan ketujuh lebih dijagokan ketimbang India yang bertengger di peringkat 10 daftar unggulan, namun tim Indonesia tak ingin lengah. Rexy Mainaky, Manajer Tim Indonesia bahkan mengatakan peluang kemenangan kontra India adalah 55-45. Artinya, tim India juga punya kekuatan yang patut diwaspadai.
Dalam pertandingan beregu, partai pertama biasanya memenang peranan penting. Hasil pertandingan di partai pertama akan menentukan penampilan tim pada partai-partai selanjutnya. Hal ini juga menjadi fokus tim Indonesia yang bertekad untuk mengamankan poin pertama dari India.
“Poin pertama sangat penting, karena bisa membuka peluang bagi tim untuk menang. Kemenangan di partai pertama memberi harapan bagi tim, khususnya pemain yang akan turun di partai selanjutnya” ujar Ricky Soebagdja, Kabid Humas dan Sosial Media PBSI yang juga mantan pemain ganda putra peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996 bersama Rexy Mainaky.
Pasangan ganda putra Angga Pratama/Rian Agung Saputro akan mengemban tugas untuk membuka jalan bagi tim Indonesia dengan turun di partai pertama. Diatas kertas, Angga/Rian yang kini berada di rangking 10 dunia, seharusnya bisa mengatasi lawannya, Akhsay Dewalkar/Jerry Chopra, ganda putra India dengan peringkat 36 dunia.
Berdasarkan rekor pertemuan pun Angga/Rian tercatat unggul 1-0 dari calon lawannya tersebut. Pada Malaysia Open Superseries 2013 lalu, Angga/Rian mengalahkan Akhsay/Jerry dengan dua gim langsung, 21-12, 21-16.
Akan tetapi, seperti diungkapkan Ricky, pertandingan beregu dan perorangan memiliki bobot tekanan dan beban yang berbeda. Sebagai pemain muda yang untuk pertama kalinya mewakili nomor ganda putra di ajang sekelas Piala Sudirman, tentunya tekanan tak akan bisa dihindari Angga/Rian.
“Pressure pada Angga/Rian pasti ada, tergantung bagaimana kekuatan mental mereka di lapangan besok, bisa mengatasi tekanan atau tidak?” ucap Ricky yang turut memperkuat tim Piala Sudirman Indonesia pada tahun 1989, 1991, 1993, 1995 dan 1997.
Selain menjadi pembuka jalan, kemenangan Angga/Rian juga sangat penting untuk mengamankan posisi Indonesia. Pasalnya di partai kedua dan ketiga akan dimainkan nomor tunggal putri dan tunggal putra yang menjadi andalan tim India.