
Piala Thomas & Uber 2026: Hajar Tuan Rumah, Tim Uber ke Semifinal
Horsens, 30 April 2026
Uber Cup – Quarter Finals : Indonesia 3-1 Denmark
WS1: Putri Kusuma Wardani vs Line Christophersen 21-12, 21-15
WS2: Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Line Hojmark Kjaersfeldt 15-21, 16-21
WD1: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Amalie Cecilie Kudsk/Mette Werge 21-19, 21-11
WS3: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Amalie Schulz 21-13, 21-18
WD2: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Alexandra Boje/Line Christophersen Tidak Dimainkan
Putri Kusuma Wardani:
Keseluruhan hari ini pastinya sangat senang bisa menyumbangkan poin di laga pembuka untuk tim Indonesia. Yang pastinya sangat penting bagi saya dan tim karena hari ini babak knockout dan tidak ada besok kalau hasilnya kalah.
Tadi saya berusaha untuk mengeluarkan permainan terbaik, masuk lapangan sampai akhir gim saya hanya fokus memikirkan poin per poin.
Dari hari sebelumnya kan kami sudah tahu bakal lawan Denmark yang merupakan tuan rumah. Mencoba tenang dan pantang menyerah.
Dari persiapan memang saya mempelajari permainan dua tunggal Denmark, Mia dan Line tapi ternyata Line yang turun. Jadi tadi coba membatasi bola-bola atas dia yang tajam dan berbahaya. Cukup menyulitkan juga. Sudah lama tidak bertemu dia, sekarang permainannya lebih agresif dan kakinya lebih kuat.
Semoga kemenangan ini membuat teman-teman lain juga semangat untuk membawa tim Indonesia menang dan ke semifinal.
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi:
Kemarin saat melawan Taipei itu, saya bisa mengubah pola dari cepat menjadi lambat dan itu cukup berhasil. Tapi hari ini berbeda, di gim pertama saya coba bermain cepat tapi dia memang jangkauannya panjang dan tipe mainnya juga cepat banget. Jadi ketika saya coba melambatkan, main lob dia terus memaksa untuk smash menyerang. Selain itu, saya juga selalu ketinggalan langkah. Hal itu berlanjut terus sampai gim kedua.
Di akhir gim kedua memang sempat dapat poin beruntun karena dia sedikit lengah.
Meilysa Trias Puspitasari:
Alhamdulillah bisa memenangkan pertandingan tanpa cedera. Di gim pertama sangat ketat karena mereka alot sekali, sangat tahan tapi kami coba untuk tidak mengikuti pola mereka. Kami terus mencoba bermain dengan tempo cepat. Itu yang menyulitkan mereka.
Febriana Dwipuji Kusuma:
Ini pertama kali lagi kami diturunkan setelah pertandingan pertama lalu tapi tidak ada perubahan yang signifikan kondisi lapangannya jadi adaptasi pun lancar hanya memang berbeda hari ini sudah babak gugur jadi lebih ada tekanan. Bersyukur kami bisa mengatasinya.
Kami harus lebih konsisten dalam bermain, konsisten dalam penerapan pola untuk pertandingan berikutnya.
Ester Nurumi Tri Wardoyo:
Bersyukur Puji Tuhan bisa bermain tanpa cedera dan bisa membawa tim ke semifinal. Dan yang pasti senang ya bisa bermain all-out tadi. Tadi di gim pertama saya bisa bermain sangat enjoy, saya bisa mengeluarkan strategi dengan baik. Tapi di gim kedua tadi poinnya agak mepet, jadi saya agak lebih merasakan lebih banyak tekanan. Tapi dengan ketenangan saya bisa memenangkan pertandingan.
Tunggal Denmark punya postur yang baik dan bola depannya sangat berbahaya. Dia bisa menjauhkan bola dari jangkauan saya dan depannya cepat.
Di semifinal kami tim sudah sepakat untuk bermain maksimal, all out dan menikmati setiap pertandingan. Tadi juga kakak-kakak tim Thomas datang mendukung, itu menambah semangat saya. (*)