Piala Thomas & Uber 2026: Menang Tipis Atas Chinese Taipei, Tim Uber Juara Grup C

Horsens, 28 April 2026

Group C – Matchday 3: Indonesia 3-2 Chinese Taipei

WS1: Putri Kusuma Wardani vs Chiu Pin-Chian 21-17, 21-17
WD1: Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Hsieh Pei Shan/Hung En-Tzu 21-23, 13-21
WS2: Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Lin Hsiang Ti 10-21, 29-30
WD2: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum vs Hsu Yin-Hui/Lin Jhih Yun 11-21, 22-20, 21-16
WS3: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Huang Yu-Hsun 15-21, 21-19, 21-12

Putri Kusuma Wardani:
Pertama bersyukur tidak ada cedera apapun, untuk keseluruhan sangat senang pastinya bisa menyumbangkan poin di laga pembuka untuk tim Indonesia. Tapi di lapangan tadi sebenarnya ada kesulitan karena pas akhir-akhir gim di pertama maupun kedua, memang lawan mencoba untuk melambung-lambungkan bola jadi saya memang agak sedikit bingung. Jadi saya berusaha buat lebih banyak pukulan, bermain rally.

Rasa senang saya main beregu tetap terasa seperti sebelumnya tapi memang di laga pembuka itu sebenarnya gampang-gampang susah jadi kayak sedikit ada pressure. Untungnya dukungan di belakang dari teman-teman yang bisa membuat saya bermain enjoy terutama hari ini, seru sekali.

Siti Fadia Silva Ramadhanti:
Kami mohon maaf tidak bisa menyumbang poin hari ini. Sudah mencoba tapi kita sama-sama sudah tahu permainan masing-masing. Sayang di akhir gim pertama memang lawan lebih yakin sementara kami terlalu buru-buru.

Mereka sudah lama bermain bersama dan tadi mereka bisa lebih tahu untuk memanfaatkan celah yang ada. Kami harus bisa lebih cerdik lagi.

Amallia Cahaya Pratiwi:
Di gim kedua kami banyak melakukan kesalahan sendiri yang membuat mereka lebih percaya diri.

Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi:
Tadi di gim pertama itu memang saya cukup susah untuk mempelajari pola lawan karena dia sengaja memancing saya untuk menyerang dan bermain cepat padahal itu yang dia inginkan.

Di gim kedua pelatih menginstruksikan saya untuk bermain lebih lambat dan itu cukup berhasil walaupun tidak mudah juga karena dia sangat ulet dan kuat. Jadi tadi sebisa mungkin untuk tahan di rally-rally panjangnya. Sayang memang sudah unggul lalu dipaksa setting sampai akhir, saya kurang tahan di poin terakhir.

Saya banyak belajar dari kekalahan dari tunggal Kanada di pertandingan pertama. Setelah itu, saya ada evaluasi dan ada sesi dengan psikolog juga jadi walaupun hari ini belum menang tapi secara permainan lebih baik. Saya sudah mulai bisa mengatasi situasi-situasi sulit di lapangan. Kecewa pasti ada tapi tidak mau berlarut-larut.

Saya juga terima kasih kepada teman-teman di bench yang sudah mati-matian mendukung saya, ini membuat saya semakin percaya diri dan semoga ke depannya semakin percaya diri lagi.

Rachel Allessya Rose:
Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apapun. Pertama-tamanya kami tegang banget, saya pribadi saya rasa tegang banget. Di gim pertama sudah banyak mati sendiri jadi coba buat enakin saja dulu, enakin mainnya, enakin pukulannya. Di gim ke 2, ke 3 baru kami bisa menemukan polanya.

Karena bolanya kencang, kami merasa tekanan mereka lebih kuat. Mereka juga lumayan sulit untuk dimatikan.

Febi Setianingrum:
Di gim kedua tadi sempat unggul lalu terkejar karena kami lengah. Setelah poinnya sudah mepet, kami berusaha untuk membalikkan fokus kami lagi dan coba untuk lebih berani, lebih yakin mainnya.

Tegang banget rasanya karena kan ini baru pertama kali diturunkan juga posisinya Indonesia sedang ketinggalan. Tapi beruntung alhamdulillah bisa mengatasi dan senang juga bisa main di Uber Cup pertama kali.

Ester Nurumi Tri Wardoyo:
Puji Tuhan sangat senang, mengucap syukur bisa menyumbangkan poin untuk tim dan membawanya menjadi juara grup.

Awal sebelum masuk tegang banget, maksudnya ada pressure juga posisi 2-2 dan saya harus jadi penentu. Tapi saya meyakinkan diri setelah masuk ke lapangan, yang saya mau lakukan hanya bermain dengan baik, maksimal, enjoy the game.

Di gim pertama saya sempat kaget dengan permainan dia yang punya serangan yang bagus, cukup baik dan agak membingungkan. Tapi di gim kedua dan ketiga, puji Tuhan saya bisa mengontrol permainan dengan baik. Saya bertemu dia di 2024 tapi serangannya belum sematang sekarang.

Status juara grup pastinya menguntungkan kami, ya walaupun nanti siapapun lawannya mau setara atau di atas atau di bawah kami, tetap kami akan berusaha semaksimal mungkin. Tidak ada kata meremehkan, pokoknya berjuang terus semaksimal mungkin. (*)

Leave a Reply