Piala Thomas & Uber 2026: Sapu Bersih Australia, Tim Uber ke Perempatifinal

Horsens, 26 April 2026

Group C – Matchday 2: Indonesia 5-0 Australia

WS1: Putri Kusuma Wardani vs Tiffany Ho 21-5, 21-10
WS2: Thalita Ramadhani wiryawan vs Faye Huo 21-11, 21-14
WS3: Ester Nurumi Tri Wardoyo vs Jesslyn Carrisia 21-14, 21-5
WD1: Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Gronya Somerville/Angela Yu 19-21, 21-8, 21-11
WD2: Febriana Dwipuji Kusuma/Rachel Allesya Rose vs Jesslyn Carrisia/Victoria Tjonadi 21-7, 21-12

Karel Mainaky, Kepala Pelatih Ganda Putri:
Keputusan untuk menurunkan Febriana dan Rachel pada pertandingan melawan Australia sudah kami pertimbangkan secara matang. Kami melihat kondisi keduanya saat ini dalam keadaan paling siap. Selain itu, pola permainan Febriana dan Rachel juga cocok untuk dipasangkan dan menghadapi karakter permainan lawan.

Sementara itu, untuk Febi dan Trias, kami memutuskan untuk mengistirahatkan mereka pada laga kali ini. Kami ingin menjaga kondisi mereka agar tetap prima untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.

Semua keputusan diambil demi kepentingan tim secara keseluruhan. Kami percaya Febriana dan Rachel akan tampil maksimal dan memberikan yang terbaik untuk Merah Putih.

Putri Kusuma Wardani:
Pertama, alhamdulillah tidak ada cedera apapun dan tidak ada kendala apapun di hari ini. Alhamdulillah juga bisa mengeluarkan permainan. Memang dari awal saya tidak mau menganggap enteng Australia jadi coba menekan terus sampai akhir.

Saya juga coba fokus ke pengembalian-pengembalian dan bola atas saya yang kemarin masih belum cukup baik.

Persiapan kalau diturunkan lawan Chinese Taipei saya harus menyiapkan ketahanan karena kemungkinan akan bertemu Chiu Pin-Chian yang kuat dan ulet. Saya juga tidak ingin banyak mati sendiri.

Sebagai tunggal pertama pasti Keinginannya bisa terus menyumbangkan poin dan kami menjadi juara grup juga.

Setelah kekalahan kemarin saya coba lebih enjoy saja dan fokus lagi untuk pertandingan hari ini. Tidak terlalu berlarut-larut.

Thalita Ramadhani Wiryawan:
Alhamdulillah hari ini bisa menang dan bisa sumbang poin lagi. Tadi termotivasi juga sama kak Putri kan, dia buka poin jadi saya coba teruskan.

Tadi di beberapa poin, saya masih ada salah pengembalian-pengembalian bola. Dia bisa memotong dan jadi poin. Itu yang harus dievaluasi.

Bila dipercaya lagi turun lawan Chinese Taipei yang pasti besok mau persiapan dulu, ada latihan dulu. Sekarang coba recovery, makan yang enak juga. Dari calon-calon lawan peringkatnya lebih tinggi dari saya jadi mau main nothing to lose, main bagus dan tidak memikirkan menang-kalah.

Saya lumayan dekat dengan kak Putri, sering cerita-cerita kayak bagaimana sih mainnya di level atas mainnya. Saling sharing dan saling support juga.

Ester Nurumi Tri Wardoyo:
Puji Tuhan selesai tanpa cedera dan bisa menyumbang poin untuk tim. Sangat senang bisa kembali ke tim Piala Uber setelah dua tahun lalu juga ikut. Pastinya saya ingin menunjukkan performa yang terbaik.

Ini pertandingan pertama saya jadi masih ada penyesuaian dengan lapangan terutama tadi di gim pertama sempat hilang beberapa poin. Fokusnya hilang cukup lama tapi bersyukur bisa kembali.

Semangat dua tahun lalu ingin saya kembali ke sini selain dengan kekompakan tim. Kami juga harus lebih yakin dengan diri dan kemampuan kami sendiri. Saya berharap kami bisa melaju lebih jauh.

Amallia Cahaya Pratiwi:
Tadi di game pertama kami terlalu mengikuti pola lawan, jadi terburu-buru lebih tepatnya. Kurang enjoy pengembalian bolanya walaupun di gim akhir sudah menyusul tapi sayang banget ada miskomunikasi. Di gim kedua kami bisa bermain lebih enjoy lagi, lebih menikmati pola permainan kami jadi itu membuat lebih percaya diri dan mengambil poin untuk berikut-berikutnya.

Kami harus sellau siap ketika dipercaya turun di ganda pertama atau ganda kedua.

Siti Fadia Silva Ramadhanti:
Mereka pemain yang berpengalaman, buangan bolanya cukup berani jadi membuat kami sempat kaget di awal-awal gim.

Untuk pertandingan berikutnya kami harus lebih panas lagi sejak awal laga karena kami di dua pertandingan terakhir ini cukup terlambat panas.

Rachel Allessya Rose:
Bersyukur bisa selesai, bisa menyumbang poin kelima. Saya merasa terhormat dan senang bisa berpartner dengan mbak Ana di pertandingan resmi.

Ini pertandingan pertama saya di Piala Uber tahun ini jadi walau pasangannya bukan dengan pasangan asli tapi tadi saya coba adaptasi dengan semua kondisi yang ada di lapangan.

Febriana Dwipuji Kusuma:
Hari ini kami tetap bermain dengan sepenuh hati. Kami terus menyerang tapi ada juga momentum untuk coba pertahanan, lebih membiasakan diri dengan kondisi bola yang kencang.

Lawan Chinese Taipei kami belum tahu siapa yang akan diturunkan tapi kami harus terus mempersiapkan diri. Mau main dengan siapapun kami siap. (*)

Leave a Reply