
All England 2026: Raymond/Joaquin dan Fajar/Fikri Bentrok di 16 Besar
Birmingham, 3 Maret 2026
MD-R32: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju (Korea) 17-21, 21-12, 21-19
Raymond Indra:
Pasti puji Tuhan bisa selesaikan pertandingan tanpa cedera dan masih diberi kemenangan oleh Tuhan. Di gim pertama kami belum terbiasa dengan kondisi lapangan yang kalah angin jadi belum bisa mengontrol. Di gim kedua kami sudah tahu harus bagaimana cara bermainnya dan berlanjut di gim ketiga yang sempat tertinggal lalu balik unggul. Dia akhir mungkin kami sedikit hilang fokus dan lawan mengubah bola pertama dan keduanya jadi kami cukup keteteran.
Atmosfer All England memang berbeda dengan turnamen lainnya, warna karpetnya juga abu-abu jadi terasa sangat berbeda.
Nikolaus Joaquin:
Setelah tertinggal 8-11 di interval gim ketiga, kami coba lebih meyakinkan diri bahwa kami belum kalah jadi fokusnya bagaimana bisa dapat satu poin demi satu poin dan akhirnya bisa ambil 7-8 poin beruntun. Di poin 19-19 coba spekulasi dengan flick servis, nekat saja dan Puji Tuhan berhasil.
Sangat luar biasa bisa bermain di arena All England yang semegah ini.
MD-R32: Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri (5) vs Ong Yew Sin/Teo Ee Yi (Malaysia) 21-9, 21-17
Muhammad Shohibul Fikri:
Pertama kami mengucapkan syukur alhamdulillah diberikan kelancaran serta kemenangan. Pertandingan tadi cukup berjalan alot ya, memang bola juga kadang agak berat bila terjadi rally. Dan mereka pun pasangan yang sangat bagus tapi kami tadi bisa menguasai di lapangan. Ini juga pertama kali saya bermain All England bersama a Fajar jadi pengen memberikan kesan yang bagus di pertandingan.
Bertemu Raymond/Joaquin pasti penasaran karena belum bisa menang dari mereka di dua pertemuan awal. Semoga lusa nanti kami bisa mendapatkan kemenangan, itu harapannya.
Fajar Alfian:
Memang kami disini berusaha fokus ya apapun strateginya kami selalu pengen poin demi poin. Di pertandingan pertama tadi memang laju shuttlecock agak sedikit berat jadi kalau misalkan langsung menyerang itu jadi bumerang buat kami Karena defense pasangan Malaysia luar biasa bagus. Kami lebih banyak mengontrol permainan, lebih bermain rileks, enjoy dan tidak terburu-buru.
Raymond/Joaquin pasangan yang sedang naik daun, punya potensi luar biasa untuk Indonesia tapi kami ingin menampilkan yang terbaik. Semoga hasilnya seperti yang diharapkan. (*)