
BATC 2026: Lebihi Hasil Dua Tahun Lalu, Beregu Putra Sabet Medali Perunggu
Qingdao, 7 Februari 2026
Men’s Team – Semi Finals
Indonesia 1-3 Japan
MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs Kenta Nishimoto 22-20, 21-16
MD1: Leo Rolly Carnando/Muhammad Rian Ardianto vs Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi 16-21, 17-21
MS2: Prahdiska Bagas Shujiwo vs Yushi Tanaka 11-21, 15-21
MD2: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Takumi Nomura/Yuichi Shimogami 17-21, 15-21
MS3: Richie Duta Richardo vs Yudai Okimoto Tidak Dimainkan
Moh Zaki Ubaidillah:
Pertama, saya mau ucap syukur alhamdulillah sudah bisa diberi permainan dengan lancar, tanpa cedera. Tadi di gim pertama sempat unggul jauh tapi di pertengahan saya agak mengendurkan fokus, ini yang tidak boleh dilakukan sebenarnya, lalu lawan juga ada perubahan tempo permainan jadinya terkejar dan ketat sampai akhir.
Nishimoto pelan-pelan akhirnya tahu cara main saya dan dia sudah spekulasi dan antisipasi perubahan kecepatan saya. Sempat panik tapi saya berusaha untuk lebih tenang, cari nafas dulu dan kembali fokus.
Di gim kedua sempat kejar-kejaran tapi saya ubah tempo permainan lagi jadi bisa mengontrol lagi permainan.
Cukup tidak menyangka bisa menang dua gim dari dia tapi dari awal saya sudah siap, sudah belajar juga tempo permainannya dia. Ya saya harus berani capek sama mau ngadu tahan di lapangan.
Leo Rolly Carnando:
Di awal-awal kami mau mengadu cepat, ternyata mereka balikannya lebih bagus dan lebih cepat juga. Di gim kedua, mereka sudah percaya diri, permainan semakin meningkat dan kami selalu dalam posisi tertekan. Apalagi saya hari ini touch-nya tidak pas, banyak pengembalian yang harusnya itu nggak mati malah mati sendiri.
Di latihan kami sering berpasangan, saat diminta untuk main bersama apalagi semua tim mendukung, kami menyanggupinya. Kami berharap bisa menyumbang poin tapi di lapangan kondisinya berbeda.
Muhammad Rian Ardianto:
Memang kami awalnya menyangka akan bertemu Hoki/Kobayasahi tapi dengan inipun tidak jauh berbeda. Mereka kombinasi tangan kanan dan kiri juga. Mereka tidak mudah mati dan mainnya rapi, kami seharusnya lebih banyak adu pukulan dan tidak boleh mati sendiri.
Prahdiska Bagas Shujiwo:
Alhamdulillah hari ini bisa terlewati tanpa cedera walaupun saya tidak bisa menyumbang poin.
Saya pertama kali bertemu dia yang sudah punya banyak pengalaman. Dan saya masih belum bisa buat mematikan dia dan saya mendapat banyak pelajaran hari ini. Kecepatan dan penguasaan lapangan lawan sangat baik, sangat rapi. Saya sulit keluar dari tekanan.
Kondisi saya memang harus diakui sudah tidak 100% tapi itu bukan alasan kekalahan hari ini. Saya memang masih harus terus meningkatkan kemampuan.
Nikolaus Joaquin:
Pertama-tama puji Tuhan bisa menyelesaikan pertandingan tanpa ada cedera. Jadi saya rasa permainan kami bisa dibilang sudah melakukan yang terbaik, kami coba all out. Selesai evaluasi kekalahan yang kemarin, kami coba terapkan tadi.
Memang hasilnya tidak sesuai harapan namun saya rasa, saya dan Raymond sudah melakukan yang terbaik. Kami mau minta maaf buat masyarakat Indonesia karena gagal menyamakan kedudukan.
Tadi memang ada tekanan karena tim sedang tertinggal 1-2 tapi kami coba tidak fokus memikirkan itu. Kami hanya berpikir pengen menang di pertandingan tadi.
Raymond Indra:
Hari ini kami bisa terus mendapat posisi menyerang tapi kami kesulitan mendapat poin. Mereka cukup rapat dan tenaga kami juga kondisinya sudah tidak 100%.
Masuk minggu ketiga turnamen kami selalu melakukan yang terbaik dari sisi recovery tapi ke depan kami harus terus meningkatkan fisik lagi. Teknik pun juga harus ditambah. (*)