BATC 2026: Sektor Tunggal Jadi Kunci Beregu Putra Menembus Semifinal

Qingdao, 6 Februari 2026

Men’s Team – Quarter Finals
Indonesia 3-2 Thailand

MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs Panitchapon Teeraratsakul 21-13, 22-20
MD1: Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana vs Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 21-14, 15-21, 17-21
MS2: Prahdiska Bagas Shujiwo vs Puritat Arree 21-7, 17-21, 21-18
MD2: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Pharanyu Kaosamaang/Worrapol Thongsa-Nga 18-21, 19-21
MS3: Richie Duta Richardo vs Tanawat Yimjit 21-5, 21-17

Moh Zaki Ubaidillah:
Pertama saya mau ucap syukur alhamdulillah sudah bisa diberi permainan dengan lancar, tanpa cedera. Dan tadi juga permainannya cukup ketat di poin-poin awal, saya di sebelas ke atas ambil perubahan tempo permainan, kontrol setengah depannya lebih aktif. Di gim kedua sempat ketinggalan 12-16 tapi pelatih dan kapten yang menemani saya di belakang selalu mengingatkan kalau masih bisa dikejar. Permainan belum selesai. Jadi coba meningkatkan segi pikiran dan fokus. Juga semangat diri saya sendiri pengen menang di gim kedua.

Kemenangan di final Thailand Masters kemarin dari Panitchapon pasti ada pengaruhnya. Sekarang lebih siap dengan bola-bola susahnya dia, harus berani capek.

Prahdiska Bagas Shujiwo:
Alhamdulillah hari ini bisa lewatin dengan baik, walaupun ada insiden kurang baik. Kaki saya agak ketarik dan mata sempat kelilipan tapi alhamdulillah bisa menang.

Di gim pertama saya cukup mendominasi dan saya bisa mengontrol keadaan. Di gim kedua saya sempat bingung dan tidak yakin dengan pengembalian bola. Saya terus mencoba hanya mengejarnya terlalu jauh. Masuk gim ketiga, pelatih dan A Ginting hanya mengingatkan untuk yakin dan percaya diri.

Saat interval saya sudah unggul jauh 11-5 tapi setelah itu terkejar dan kembali kurang yakin dengan diri sendiri tapi balik lagi ke pengalaman sebelumnya di Indonesia Masters dan di Thailand kemarin, saya di poin krusialnya kalah dua kali jadi saya tidak mau terulang.

Dan saya juga belajar dari pengalaman di SEA Games bareng coach Indra (Widjaja), Alwi, Ubed untuk strateginya disiapkan dengan berbagai skenario tim. Skor 1-1, 1-0, 2-0 atau jadi penentu harus siap. Senang banget, Bangga bisa sumbang poin untuk Indonesia.

Nikolaus Joaquin:
Pertama-tama puji Tuhan bisa bermain dengan lancar, tidak ada cedera. Jadi saya rasa permainan kami atau mungkin lebih ke saya kurang bisa dibilang all out. Memang gim pertama banyak kehilangan poin di awal, sudah mengejar tapi di poin kritis saya melakukan kesalahan yang fatal sehingga harus kehilangan gim pertama.

Di gim kedua kita kejar-kejaran poin, sudah sempat memimpin tapi kurang tahan. Terlalu banyak mengangkat bola dan itu menjadi senjata untuk lawan yang keduanya bertipe pemain belakang.

Raymond Indra:
Permainan kami kurang all out. Memang fokus dan konsentrasi di lapangannya menurun. Ganda Thailand bisa lebih all out sementara kami tidak bisa memanfaatkan keadaan.

Richie Duta Richardo:
Pertama pas start-nya tegang karena saya belum pernah ketemu dengan lawan dan diturunkan pas penentu di babak knockout ini. Ada beban juga tapi dari pelatih, A Ginting dan senior-senior yang lain bilang untuk all out yang penting dan main terbaik, sebaik yang saya bisa.

Ketegangan itu bisa saya redam karena sudah pernah main beregu, sudah tahu resikonya jadi tunggal ketiga. Dari awal sudah ada pemikiran kalau nanti main pasti penentuan, jadi sudah siap dari pikiran dan mentalnya.

Lawan dari awal tidak mau kalah, pengen mencari serangan juga buat matikan saya tapi saya bisa mendahului depannya dan dia banyak buang poin. Lega rasanya dan bangga bisa bawa tim ini ke semifinal, menambah kepercayaan diri saya juga. Besok lawan Jepang kalau diturunkan lagi pasti mencoba tampil all out lagi karena tidak mudah juga mereka bawa pemain-pemain penuh pengalaman. (*)

Leave a Reply