
BATC 2026: Dikalahkan Jepang, Beregu Putri Jadi Runner Up Grup X
Qingdao, 5 Februari 2026
Women’s Team – Group X – Matchday 2
Indonesia 2-3 Jepang
WS1: Thalita Ramadhani Wiryawan vs Riko Gunji 14-21, 16-21
WD1: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum 21-12, 18-21, 23-21
WS2: Mutiara Ayu Puspitasari vs Hina Akechi 2-21, 9-21
WD2: Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti vs Kie Nakanishi/Miyu Takahashi 20-22, 16-21
WS3: Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi vs Yuzuno Watanabe 21-6, 22-20
Rachel Allessya Rose:
Puji Tuhan senang banget bisa menyumbang poin dan tanpa cedera apapun. Tadi pertama kami coba buat tenang tapi tidak boleh santai, tetap fokus dan tidak mau kalah.
Sebetulnya di gim ketiga juga tidak menyangka bakal bisa menyusul dan bisa menang. Kami sudah tertinggal cukup jauh, cukup tertekan tapi kami coba buat mengikuti instruksi pelatih, coba tetap yakin dan percaya sama kemampuan individu maupun partner. Pelan-pealn, satu poin demi satu poin akhirnya bisa keluar dari tekanan.
Ini rezeki juga dari Tuhan karena di poin terakhir, bolanya sudah tanggung tapi Arisa tidak sempurna melakukan pukulan dan membentur net. Kemenangan ini jadi menambah kepercayaan diri kami dan semoga teman-teman juga semakin percaya pada kemampuannya.
Febi Setianingrum:
Di gim kedua setelah tertinggal jauh kami bisa mengejar sampai menyamakan kedudukan tapi setelah itu malah buru-buru mau matiin jadi malah banyak mati sendiri.
Tadi kami di poin kritis mencoba terus mengejar bolanya dulu, sesulit apapun itu. Mengambil dulu bagaimanapun caranya balik dulu.
Mutiara Ayu Puspitasari:
Sepertinya kalau dari permainan jauh dari yang diharapkan dan dibayangkan. Sebenarnya dari persiapan cukup baik, sudah memperhatikan lawan dan pernah bertemu juga. Jadi pasti hasil ini sangat jauh dari harapan saya ataupun semua orang. Tidak bisa berkomentar banyak, saya meminta maaf dengan rendah hati ke seluruh pendukung dan tim.
Perlu diakui Hina Akechi permainannya sangat cepat. Dari awal startnya saya sudah kalah jadi untuk keluar dari tekanan cukup sulit.
Amallia Cahaya Pratiwi:
Buat gim pertama tadi kami agak jadi buru-buru setelah game point. Buru-buru pengen menyelesaikan tapi malah jadi kurang safe mainnya. Di gim kedua, di awal benar-benar cukup kaget dengan perubahan arah anginnya. Lawan juga mempercepat tempo jadi keteteran dan banyak melakukan kesalahan sendiri.
Tapi di pertengahan gim kedua, kami bisa bangkit walaupun belum bisa mengejar ketertinggalan. Kami sudah mencoba mengeluarkan permainan tapi belum berhasil menyumbang poin.
Kalau masalah kelelahan, pasti ada ya apalagi ini turnamen ke-4 saya secara beruntun tapi dengan hadirnya tim recovery dan fisioterapi yang selalu siap me-maintain kondisi atlet jadi sangat membantu untuk kembali pulih.
Siti Fadia Silva Ramadhanti:
Sebenarnya pola permainan mereka sudah kepegang dari awal gim pertama kita hanya di akhir-akhir kami kurang yakin dan terlalu buru-buru juga. Walau mereka pasangan dadakan dan belum pernah turun sebelumnya tapi kalau pola permainan sih sama kayak ganda-ganda Jepang yang lain, bedanya mereka kidal-kidal jadi sedikit agak kagok di kaminya.
Kami mohon maaf belum bisa menyumbang poin, tadi kami sudah melakukan yang terbaik tapi hasil belum sesuai yang diharapkan. Next ayo kita coba lagi.
Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi:
Tadi di gim pertama saya tahu sisi lapangannya kalah angin jadi saya main percaya diri, berani main menyerang, berani nge-lob. Di sisi lain, lawan sepertinya agak bingung dengan pola permainan saya dan pukulannya banyak out.
Di gim kedua saya belum bisa beradaptasi di awal-awal sehingga langsung tertinggal jauh. Hanya pelatih mengingatkan kalau jangan pikir poinnya tapi fokus beradaptasi karena ini kan, baru main pertama juga di sini jadi enjoy dulu saja. Sehabis break 11 itu saya sudah mulai bisa beradaptasi dengan sisi lapangan yang menang angin, sudah bisa lebih hati-hati dan tahu cara dapat poinnya bagaimana. Saat lawan game point duluan pun, saya pede untuk bisa menerapkan pola yang saya mau.
Senang bisa turun di ajang BATC ini, senang juga bisa menyumbang poin dengan dukungan penuh dari tim di belakang. (*)