Thailand Masters 2026: Amri/Nita Hadang wakil China di babak 32 besar

Patumwan, 28 Januari 2026

XD – R32: Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah [4] vs Zhu Yi Jun/Li Qian (China) 19-21, 21-9, 21-14.

Amri Syahnawi:
Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan dengan kemenangan dan tanpa cedera. Game pertama lawan bagus dalam permainan cepatnya dan kami malah meladeni, di akhir game kami kurang tenang jadi kalah. Game kedua dan ketiga kami lebih pegang kendali, atur bolanya dulu baru melakukan finishing dengan baik.

Secara keseluruhan permainan kami sudah balik dan kami makin dapat lagi kepercayaan dirinya tadi. Jadi Lebih tenang dan yang kita persiapkan saat latihan bisa keluar.

Nita Violina Marwah:
Tadi pemain pria (Zhu Yi Jun) pegangan raketnya pakai tangan kiri, karena keseringan melawan pemain tangan kanan, kadang kami jadi lupa. Secara keunggulan lawan, pemain prianya punya variasi pukulan yang banyak dan powernya kencang. Untuk pemain wanitanya permainan depannya cepat dan ada bola tidak terduga dan kami kira dia tidak dapat, tapi dia masih dapat.

Pertandingan belakangan ini hasilnya kurang maksimal, tidak sesuai dengan apa yang kami harapkan. Berangkat ke pertandingan ini kami mau coba untuk terus mendapatkan momentnya. Sekarang saya sendiri berusaha untuk terus menikmati mainnya di setiap match dan setiap poin yang didapat.

XD – R32: Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindiya Wardana vs Akira Koga/Natsu Saito (Jepang) 11-21, 14-21.

Dejan Ferdinansyah:
Hari ini lawan bermain sangat solid, defence mereka gak gampang mati, di sini bolanya berat jadi dengan mereka yang bermain kuat dan tahan, ini jadi keuntungan buat mereka. Kami sudah mencoba segala cara buat nyepetin ataupun ngelambatin tapi pertahanan mereka susah dimatikan, malahan saat kami yang diserang kami yang kurang solid, banyak bola tanggung dan banyak bola balik yang kurang bagus.

Kami baru pertama kali bertemu lawan dengan pola main seperti tadi dan keadaan bola juga berat dan disitu kami jadi bingung sendiri saat menyerang tapi tidak tembus. Jadi untuk ke depannya saat kami tidak bisa mematikan musuh, kami harus perbanyak lagi variasi untuk menyerang.

Bernadine Anindiya Wardana:
Keunggulan mereka dari pertahanan, pemain Jepang terkenal awet dan ulet dan tadi mereka main apa aja udah enak, jadi kami sudah tertekan duluan.

Kedepannya kami harus memperbaiki chemistry dan terus meningkatkan pola permainan. (*)

Leave a Reply