Daihatsu Indonesia Masters 2026: Langkahnya Terhenti, Muhammad Yusuf Petik Pelajaran Berharga

Jakarta, 21 Januari 2026

Muhammad Yusuf harus mengakui keunggulan Wang Po-Wei (Chinese Taipei) di babak pertama Daihatsu Indonesia Masters 2026, dalam dua game langsung, 11-21, 17-21. Pemain berusia 19 tahun ini mengaku tak dapat mengeluarkan permainan terbaiknya dan banyak melakukan kesalahan-kesalahan sendiri.

“Tadi saya masih belum bisa mengatasi angin di lapangan. Di game pertama saya tertekan terus karena ‘kalah’ angin. Saya sudah coba keluar dari tekanan, tetapi susah juga, ada rasa penyesalan, kenapa permainan saya tidak keluar,” kata Yusuf yang berasal dari klub AIC Bekasi.

“Di game kedua, saya sudah mencoba pola main lain, alhamdulillah sudah lumayan enak. Tapi skornya sudah ketinggalan terlalu jauh,” ujar pemain yang mengidolakan Anthony Sinisuka Ginting ini.

Yusuf mengakui kalau ia sempat grogi bermain di turnamen level Super 500, apalagi bertanding di stadion yang terkenal dengan atmosfer yang luar biasa. Yusuf merupakan penghuni baru Pelatnas Cipayung yang baru masuk pada Juni 2025 lalu lewat jalur Seleknas.

Belum setahun berstatus pemain nasional dan punya kesempatan bertarung di Istora, di turnamen level dunia, merupakan sebuah kesempatan yang tak ingin disia-siakan oleh Yusuf. Namun, ia sadar banyak yang masih perlu diperbaiki.

“Tadi sebetulnya suara pelatih sering tidak terdengar, karena suasana Istora yang ramai. Saya pertama kali tanding di Istora dan di turnamen level Super 500, jadi jujur saja saya merasa grogi, hari ini penontonnya lebih ramai dari kemarin,” kata Yusuf yang lolos ke babak utama dengan mengalahkan seniornya, Yohanes Saut Marcellyno.

“Pelatih tadi ngingetin untuk fokus saja, nggak usah mikirin kalah atau menang, kalah juga nggak apa-apa. Soalnya level saya masih belum di sini kan, jadi coba nikmati pertandingannya,” beber Yusuf.

Performa Yusuf cukup baik di tahun 2025. Ia mengantongi dua gelar juara di Astana International Challenge 2025 dan Czech Open 2025 (international challenge). Yusuf juga menjadi runner up di Odisha Masters 2025 (BWF World Tour Super 100) dan Turkiye International Challenge 2025.

Yusuf yang kini bertengger di peringkat 52 dunia, berharap bisa menembus jajaran Top 20 dunia di akhir tahun 2026. (*)

Leave a Reply