Jelang BWF World Tour Finals 2025: Persiapan Akhir Tim Indonesia

Hangzhou, 16 Desember 2025

Fajar Alfian:
Memang waktunya sangat terbatas, persiapannya juga cukup mepet. Kemarin secara pribadi saya juga memiliki beberapa agenda, tapi ya kami maksimalkan saja. Kami sudah saling memahami apa yang harus dilakukan dalam waktu yang singkat dan ini juga bukan pertama kalinya kami berada di situasi seperti ini. Jadi memang harus siap.

Yang pasti, ini adalah pengalaman pertama saya bermain di World Tour Finals bersama Fikri. Di tiga edisi sebelumnya, saya selalu berpasangan dengan Rian. Hasilnya selalu terhenti di semifinal. Sekarang dengan pasangan yang berbeda, tentu ini menjadi pengalaman baru juga buat saya. Semoga di pengalaman yang baru ini bersama Fikri, saya bisa memberikan yang terbaik dan mudah-mudahan hasilnya bisa lebih baik dari sebelumnya.

Muhammad Shohibul Fikri:
Untuk peluang tentu selalu ada, tinggal bagaimana kami memanfaatkannya. Baik grup A maupun grup B, semuanya berisi pasangan-pasangan terbaik. Semua pemain yang ada di sini adalah yang terbaik jadi tidak ada pertandingan yang mudah. Mereka semua pasti punya target untuk menjadi juara. Fokus kami adalah berusaha tampil sebaik mungkin.

Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu:
Perasaannya pasti senang karena di tahun pertama saya main di level atas, bisa langsung merasakan main di World Tour Finals. Ini jadi pengalaman baru karena kami di sini bukan cuma datang buat pertandingan saja seperti biasanya, Tapi ada beberapa acara di World Tour Finals seperti Gala Dinner semalam. Semoga hasil kami di sini bisa bagus.

Kalau tanggapan saya, namanya juga World Tour Finals jadi delapan terbaik yang ada di sini pasti lawannya sudah top level semua. Mau di grup mana pun, kami pasti ketemu pemain-pemain bagus. Semua harus dilawan dan yang terpenting saya mau tampilkan yang terbaik.

Jafar Hidayatullah:
Tadi kami sudah sempat coba lapangan walaupun singkat. Kalau dari yang saya rasakan, di lapangan tidak ada angin sama sekali jadi saya cukup nyaman dan bisa cepat adaptasi. Tapi kami harus bersiap jika ada perubahan nanti saat pertandingan. Kami harus punya pola berbeda jika kondisi lapangan berubah.

Main di World Tour Finals memang nggak ada lawan yang enteng sama sekali tapi ini bagus banget buat kami buat belajar dan menambah pengalaman. Jarang juga kami bisa ketemu pasangan seperti Feng Yan Zhe dan Huang Dong Ping. Jadi kami mau belajar dan kasih yang terbaik.

Putri Kusuma Wardani:
Sangat senang bisa ada di World Tour Finals tahun ini, ⁠besok saya ingin bermain nothing to lose saja dan saya ingin mengeluarkan permainan terbaik melawan An Se Young.

Pastinya medali perak dan perunggu di SEA Games kemarin menambah semangat dan motivasi saya untuk bermain di sini.

Tidak menyangka bisa dapat best dressed semalam di Gala Dinner. Saya dikasih referensi dari toko tempat saya memesan busana ini. Saya hanya bilang mau pesan seperti baju kebaya untuk merepresentasikan Indonesia terutama suku Jawa yang mengalir di darah saya, akhirnya jadilah pakaian yang saya pakai semalam. Semoga budaya Indonesia semakin dikenal oleh dunia. (*)

Leave a Reply