SEA Games 2025: Ana/Trias ke Final, Rachel/Febi Dapat Perunggu

Pathum Thani, 13 Desember 2025

WD-SF: Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari vs Bui Bich Phuong/Vu Thi Trang (B) (Vietnam) 21-10, 21-9

Febriana Dwipuji Kusuma:
Hari ini alhamdulillah kami bisa bermain dengan baik. Memang kan lawannya adalah pemain tunggal tapi kami tetap tidak boleh meremehkan karena di lapangan semua bisa terjadi.

Senang bisa kembali ke final tapi perjalanan belum selesai. Kami mau bersiap lagi ke laga final.

Akan jadi pertemuan keempat dengan Pearly/Thinaah. Lawan yang tangguh jadi kami harus tahu dulu akan bermain seperti apa.

Bersyukur juga bisa menyelesaikan laga hari ini dengan dua gim langsung jadi kami bisa cepat recovery.

Meilysa Trias Puspitasari:
Tadi kami main tidak mengendurkan serangan, fokus terus satu poin demi satu poin. Tidak membiarkan lawan berkembang.

WD-SF: Rachel Allessya Rose/Febi Setianingrum (4) vs Pearly Tan/Thinaah Muralitharan (1/Malaysia) 14-21, 21-19, 16-21

Rachel Allessya Rose:
Puji Tuhan bisa selesai tanpa cedera apapun dari pertandingan hari ini. Tadi di awal-awalnya kami terlalu banyak buang poin di startnya, terlalu banyak mati sendiri. Di gim kedua kami coba buat lebih tenang dan main lepas, tidak terpaku ke pola seperti di gim pertama yang maunya memaksa terus dengan pola yang kami mau tapi malah jadi terlalu hati-hati.

Cukup berpengaruh tadi ketika kami sedang dalam momen mengejar tapi lawan meminta medical break. Tapi kami coba untuk tetap fokus.

Banyak pelajaran yang kami dapat, medali perunggu ini jadi tambahan untuk jadi lebih baik.

Febi Setianingrum:
Di gim ketiga setelah interval kami tertinggal tapi kami coba pelan-pelan untuk mengejar seperti di gim kedua. Momennya ada tapi di poin 14-16 itu agak hilang lagi fokusnya. Ini pelajaran buat kami untuk tidak mudah hilang fokus menjelang poin-poin akhir dan tidak mudah melakukan kesalahan sendiri. Kami harus lebih tahan.

Terima kasih kepada semua yang telah mendukung, mohon maaf belum bisa ke final dan hanya mendapat medali perunggu. (*)

Leave a Reply