
wondr by BNI Indonesia International Challenge 2025: Yusuf awali debut dengan baik
Yogyakarta, 12 November 2025
MS – R 64: Muhamad Yusuf [8] vs Abhinn Vasisht (India) 21-9/21-6.
Muhamad Yusuf:
Alhamdulillah hari ini bisa bermain bagus dan tanpa cedera. Di game pertama saya sempat kaget karena anginnya lumayan kencang, namun saya coba untuk defence dahulu lalu menyerang di saat yang pas. Dari situ saya mulai dapat feel mainnya. Di game kedua pelatih memberikan arahan untuk enakin mainnya sekaligus coba-coba lapangan.
Alhamdulillah akhirnya bisa bermain di Indonesia setelah kemarin ikut tour Eropa dan Afrika buat mengumpulkan poin.
Jadi juara di Eropa pastinya saya tertantang juga buat juara di sini. Untuk besok saya mau main semaksimal mungkin dan jaga kondisi.
MS – R 64: Dendi Triansyah vs Wei Hong Low (Malaysia) 21-12/21-8.
Dendi Triansyah:
Syukur Alhamdulillah bisa menyelesaikan pertandingan tanpa cedera. Belum pernah bertemu sebelumnya jadi saya memakai pola permainan saya dulu dan ternyata berjalan dengan lancar tadi.
Game pertama saya banyak membuka bola karena kalah angin, lawan juga banyak mati sendiri dan secara serangan saya masih bisa mengatasi dan malah bisa balik menyerang.
Game kedua saya menang angin, kondisinya jadi cukup menguntungkan. Selain itu saya juga jaga bola depannya, akhirnya bisa mengambil kemenangan.
Sudah masuk level dewasa saya mau fokus ke diri sendiri, perbaiki yang jadi kekurangan, dan meningkatkan lagi kelebihan yang saya punya. Target di sini saya mau naik podium.
MS – R 64: Prahdiska Bagas Shujiwo [1] vs Mohamad Haris Sufian Rushdan (Malaysia) 18-21/21-12/21-17.
Prahdiska Bagas Shujiwo:
Alhamdulillah bersyukur bisa menang dan melewati babak pertama. Di game pertama saya tertinggal jauh 4-11 akhirnya jadi cukup kebingungan dan tegang. Game kedua saya bisa membalikkan keadaan tapi di game ketiga sempat tertinggal 10-15, pelatih bilang bahwa motivasi untuk saya menang itu kurang, jadi saya berusaha lebih baik lagi dan bisa ambil kemenangan.
Posisi lapangan saat game kedua keadaannya cukup sulit jika melakukan variasi pukulan di bola atas, karena keadaan angin, bolanya jadi tidak stabil.
Lawan sendiri sulit dimatikan, tenaganya juga kencang, jadi saya harus melewati lima pukulan ke atas karena fisik lawan kurang bagus, jadi mempermudah untuk menyerang.
Untuk besok saya mau fokus sama main saya sendiri dan tidak memikirkan kelebihan lawan, saya harus yakin bahwa saya juga memiliki kemampuan yang bagus. (*)