wondr by BNI Indonesia Masters 2025: Raymond/Joaquin Upgrade Medali

Medan, 26 Oktober 2025.

MD – Final: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin [3] vs Choi Sol Gyu/Goh V Shem [8] (Korea/Malaysia) 21-18/17-21/24-22.

Nikolaus Joaquin:
Pertama tama Puji Tuhan kita bisa bermain dengan lancar dan tidak ada cedera.Permainan tadi sungguh menegangkan buat kami. Tadi di game 1 kita bermain menyerang karena kita di posisi menang angina dan ketika di game 2 kita sempat unggul di 11-9 tetapi kita malah tergesa gesa untuk menyerang jadi mereka sudah nungguin pukulan kita dan kita tidak antisipasi itu jadi kita malah harus kalah di game 2 dengan 13-21.

Game 3 kita juga mengunakan pola yang sama yaitu menyerang dan ketika kita berpindah tempat di poin 11 kita di posisi kalah angina kita mencoba bermain sabar dan itu berhasil cuman di pon kritis ketika kita unggul 20-19, saya service nyangkut dan tangan saya sempat gemetar. Tapi pelatih dan partner saya terus meyakinkan saya untuk mengambil kesempatan ini untuk menjadi juara super 100. Tadi di poin kritis kita sudah unggul tiga kali dan kita diminta untuk nungguin bola-bola mereka tetapi tetap harus tenang dan sabar. Walaupun kita diminta tenang dan sabar tetapi kita tetap menyerang karena bagi kita pertahanan terbaik adalah menyerang.

Minggu depan kita akan berangkat ke Korea super 300. Karena kita sudah ada gelar disini kita mau lebih pede tampil di Korea dan bisa lebih baik dari penampilan sebelumnya di Macau super 300.

Kemenangan ini pastinya kita persembahkan untuk Indonesia, PBSI dan untuk Ganda Putra Pratama karena ini gelar juara perdana super 100 regu kita, semoga dengan adanya gelar juara ini bisa lebih naik grafik kita.

Raymond Indra:
Lawan punya kelebihan pengalaman dan senioritas nya yang membuat mereka lebih tenang walaupun sudah ketinggalan tetap tenang dan sudah sering bertanding ke turnamen yang levelnya lebih tinggi. Tadi di poin kritis saya kayak dejavu aja karena saya pernah tiga kali final dan kalah terus di poin mepet-mepet gitu rasanya bebannya berat aja gitu ke sendiri karena pingin menang banget.

Akhirnya lega banget saya bisa juara super 100, sebelumnya dengan partner yang beda gagal dua kali di final dengan Joaquin juga sudah gagal sekali untuk juara. Dukungan penonton sangat memberikan semangat buat kita, apalagi papa dan mamanya Joaquin juga hadir disini.

Andrei Adistia:
Raymond/ Joaquin punya progress yang bagus dari pertama kali kami (saya dan Mas Chafidz) pegang sudah merebut 4 gelar juara IC, final di All Ain, semifinal di Riau, Kaosiung super 100 dan semua kalahnya di poin poin kritis. Akhirnya di Medan ini bisa pecah telor dan kita happy banget semua satu tim ganda pratama berarti untuk pasangan-pasangan lain juga bisa meraih gelar juara.

Tadi tantangannya adalah memberikan arahan ke Raymond/Joaquin agar mereka bisa memenangkan setting di game 3, kita sudah tidak membahas faktor teknis lagi tetapi lebih memberi keyakinan sama pengembalian mereka untuk lebih safe terutama Joaquin. Tetapi kalo di game pas unggul di game 2, 11-9 justru Raymond yang lebih hati-hati dalam bermain jadi malah kehilangan banyak angka dan harus kalah.

Memang kalo pertandingan final kan berbeda harus bisa jaga ekspektasi jangan terlalu rendah dan jangan terlalu tinggi tetapi harus pas kadarnya dan memang selama satu minggu ini kita selalu ingetin itu. Hal yang sama kita ingatkan ke Devin/Fathir karena mereka juga pasangan baru yang diturunkan di super 100 dan berhasil ke semifinal.

Secara keseluruhan progress ganda putra Pratama bagus dan anak-anak juga mau kerja keras buat masa depan mereka. Devin/Fathir juga sudah juara IC kemarin. Daniel/Putra yang biasanya nempel terus sama Joaquin/Raymond tapi kali ini harus kalah di babak kedua karena ketemu sendiri , saying banget sebenarnya.

Raymond/Joaquin kedepannya akan ke Korea super 300 dan Australia super 500 kita pingin tahu level kemampuan mereka dan harapannya bisa cepat mengejar prestasi para seniornya. Mereka yang jelas masih butuh pengalaman dan kematangan bermain. Sedangkan untuk Devin/Fathir kita mau lihat lagi penampilan di turnamen super 100 dan IC tentunya untuk percepatan prestasi. Secara keseluruhan ganda putra pratama masih perlu pengembangan pola main yang lebih baik. (*)

Leave a Reply