
wondr by BNI Indonesia Masters 2025: Faza/Aisyah Juara
Medan, 26 Oktober 2025.
XD – Final: Marwan Faza/Aisyah Salsabila Putri Pranata [1] vs Jimmy Wong/Lai Pei Jing [2] (Malaysia) 16-21/21-19/21-3.
Marwan Faza:
Pertama-tama bersyukur bisa meraih gelar di rumah sendiri, tahun lalu kami ada di final hari ini kami bisa juara. Kepuasan tersendiri bisa juara di Indonesia. Game 1 tadi kami kesulitan karena dari service kita sendiri banyak mati sampai dengan enam kali jadi feeling mainnya kurang dapat dan disitu merambat ke permainan kami secara keseluruhan. Hawa mainnya juga kurang dapat gitu, kayak greget mainnya kurang. Main serba datar-datar aja.
Game 2 kita berusaha untuk meyakinkan diri dan pikiran untuk bisa kembali fokus ke permainan dan akhirnya kami bisa keluar dari tekanan,mengejar ketertinggalan dan berakhir dengan kemenangan 21-19.
Game 3 kami sudah in dan sudah yakin dengan permainan kami sendiri jadi lawan yang justru berbalik tertekan dan memang dari awal game 3 kami sudah terus melakukan tekanan dan serangan baik dari bola depan maupun bola belakang.
Arti kemenangan ini buat orang tua saya dan orang-orang terdekat, saya di titik ini juga tidak mudah yang lain sudah naik duluan dan saya masih di bawah sendiri dengan perombakan pasangan. Semoga kedepannya saya lebih percaya diri.
Target kedepan pingin di level super 300 kita bisa lebih bersaing karena sebelumnya kita belum tembus-tembus kerap kalah di babak 16 besar, jadi kita pingin lebih baik dari itu.
Aisyah Salsabila Putri Pranata:
Menghadapi Lai Pei Jing salah satu pemain senior di ganda campuran, saya sudah pernah ketemu dengan partner yang berbeda, menurut saya tidak secara kemampuan merata tapi buat saya tentunya menambah pengalaman bertemu dengan Lai.
Dukungan penonton berarti banget untuk kami dan kami tidak mau mengecewakan penonton apalagi hari ini di final penontonnya lebih penuh.
Arti kemenangan ini terutama buat keluarga, orang tua, pelatih, teman- teman tentunya buat negara Indonesia juga bisa mempersembahkan medali emas disini.
Rionny Mainaky:
Faza/Ais setelah menjadi juara di Vietnam Super 100 dan Indonesia Masters Medan Super 100 menunjukkan progress yang baik karena lawan-lawan yang dikalahkan bukan lawan yang mudah dan bisa keluar dari kesulitan contohnya seperti tadi ketika menghadapi lawan Jimmy/Lai (Mal) walaupun di awal game feeling bermainnya tidak dapat tetapi mereka terus berusaha dan akhirnya bisa memenangkan pertandingan. Pertandingan sebelumnya menghadapi pasangan China juga seperti itu.
Memang pertandingan di final selalu tidak mudah bagi siapa saja, tadi Faza/Aiz agak tegang dan kebetulan lawan masuknya bagus dari awal game pertama dan itu bikin pasangan kita jadi kaget dan ngga enak mainnya, touchnya ngga bagus dan mereka juga tidak bisa menguasai keadaan angin.
Selanjutnya mereka akan main di level 300 dan 500 yang tentunya tantangannya akan lebih berat, tetapi mereka sudah bisa lewati final ini jadi saya harapkan di level 300 mereka bisa punya progress yang lebih baik. Saya lihat mereka punya kemampuan untuk main di level 300 tinggal harus dipertajam lagi untuk taktik dan strategi menghadapi level pemain yang turun di level 300. (*)