
Australian Open 2024: Satu Juara dan Dua Runner Up Dari Sydney
Sydney, 16 Juni 2024
Febriana Dwipuji Kusuma/Amallia Cahaya Pratiwi (2) vs Lai Pei Jing/Lim Chiew Sin (Malaysia) 12-21, 21-7, 21-13
Febriana Dwipuji Kusuma:
Alhamdulillah dan bersyukur bisa menyelesaikan pertandingan dengan baik dan akhirnya bisa juara. Pada gim pertama kami belum menemukan pola permainan yang kami inginkan. Juga kami terlalu buru-buru ingin menyerang.
Pada gim kedua dan ketiga kami sudah dapat pola permainannya. Sehingga bisa main lebih baik dan hasilnya menang.
Bersyukur dan rasanya senang bisa mendapatkan gelar juara di level super 500 untuk kali pertama. Keberhasilan ini bisa menambah kepercayaan diri untuk ke depannya.
Gelar juara ini saya persembahkan untuk keluarga dan juga untuk Indonesia.
Amallia Cahaya Pratiwi:
Alhamdulillah sangat bersyukur dengan kemenangan hari ini. Di gim pertama kami terlalu ingin menyerang dan banyak buangan bola yang kurang akurat. Jadi malah menyulitkan kami. Di gim kedua dan ketiga kami mencoba untuk mengubah pola permainan dan alhamdulillah semuanya berjalan dengan baik.
Tentu saja saya sangat bersyukur dengan gelar pertama di turnamen level 500. Keberhasilan ini menambah kepercayaan diri dan menjadi motivasi untuk ke depannya. Saya merasa terharu dan senang.
Kemenangan ini saya persembahkan kepada pelatih, keluarga, teman-teman terdekat, dan semuanya yang sudah percaya bahwa kami itu mampu dan bisa.
Ester Nurumi Tri Wardoyo (7) vs Aya Ohori (2/Jepang) 21-17, 19-21, 16-21
Ester Nurumi Tri Wardoyo:
Puji Tuhan, meskipun belum berhasil menjadi juara saya sudah mencoba yang terbaik. Sayang tadi di gim kedua saya terlalu terburu-buru dan kurang sabar.
Di gim ketiga pembukaannya saya juga banyak mati. Di akhir gim ketiga sebenarnya saya sudah dapat lagi polanya. Cuma poinnya sudah terlalu.
Penampilan Aya Ohori hari ini menurut saya, dia sudah mencoba cukup baik. Walaupun ada beberapa kali membuat kesalahan. Tetapi serangannya dan cara mengatur tempo permainan bagus.
Meski belum berhasil, rasanya performanya makin baik dan rasa percaya diri juga bertambah. Sebagai bahan evaluasi, yang pasti banyak yang harus saya tambah. Dari faktor mental dan cara bermain saya harus ditingkatkan lagi.
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan (2) vs He Ji Ting/Ren Xiang Yu (1/China) 11-21, 10-21
Mohammad Ahsan:
Mengucap syukur alhamdulillah sudah bisa berada di final walaupun hasilnya kalah. Untuk permainan tadi kami memang kalah segalanya. Terutama kami kalah di tenaga. Kalah juga di kecepatan.
Harus diakui lawan lebih unggul di speed and power. Mereka kini juga lebih safe mainnya. Hal positif dari penampilan kami di final, kami tetap bisa merasa bangga. Dengan umur segini kami masih bisa naik ke podium walaupun sebagai runner up. Tetap harus mengucap syukur alhamdulillah. (*)