(CAFFINO Indonesia International Challenge 2019) Christian: Mungkin Ini Hasil yang Terbaik

(Magelang, 25/10/2019)

Christian Adinata belum berhasil melangkahkan kakinya ke babak semifinal Caffino Indonesia International Challenge 2019 setelah dipaksa menyerah dalam pertarungan straight game dari tunggal putra Singapura, Jia Heng Jason Teh dengan skor 10-21 dan 20-22 lewat pertandingan yang berlangsung di GOR Bulutangkis Djarum, Magelang, Jawa Tengah, Jumat (25/10).

Meski kecewa harus tersingkir di babak perempat final, namun Christian mengaku tetap bersyukur atas raihan yang berhasil dicapainya pada kejuaraan kali ini. Sebab, ia juga tidak mengira bisa lolos hingga ke babak delapan besar.

“Pastinya kecewa, tapi setidaknya saya sudah berusaha semaksimal mungkin. Sebetulnya nggak nyangka juga sih bisa lolos sampai babak delapan besar, karena dari awal target saya hanya berusaha memberikan yang terbaik di setiap pertandingannya. Mungkin ini hasil terbaik yang Tuhan beri untuk saya,” ungkap Christian Adinata kepada badmintonindonesia.org.

Lebih lanjut Christian mengatakan bila dirinya tidak bisa keluar dari tekanan yang diberikan lawan pada duel di game pertama. “Di game pertama saya belum bisa membaca pola permainan lawan. Dia juga punya variasi pukulan dan serangan yang banyak, jadi saya kerepotan juga. Di game pertama saya benar-benar di bawah kendali permainan lawan,” jelasnya.

Memasuki game kedua, pertarungan berlangsung lebih ketat dari sebelumnya. Christian sempat membuka peluang saat menyamakan kedudukan menjadi 20-20. Sayangnya, Jia mampu memanfaatkan kondisi Christian yang kurang maksimal di poin-poin kritis.

“Tadi di poin-poin akhir game kedua saya kurang berani ambil keputusan, jadi semuanya serba ragu-ragu dan nggak percaya diri. Padahal secara permainan di game kedua saya sudah dapat polanya. Tapi inilah hasilnya yang harus saya terima dan saya evaluasi untuk kedepannya,” katanya.

“Setelah ini, mungkin saya harus lebih memperbaiki mental bertandingnya lagi. Terus saya juga harus mematangkan strategi permainan di lapangan, semisal kalau ada perubahan pola dari lawan harus bagaimana mengatasinya,” tutupnya. (*)