Cerita Richard Mainaky Soal Pertanda Kemenangan Owi/Butet

(Kudus, 1/9/2016)

Di pagi jelang pertandingan final Olimpiade Rio de Janeiro 2016, Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI Richard Mainaky ternyata sudah mendapat pertanda akan kemenangan anak didiknya, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Richard yang dikenal religius, punya ritual khusus selama di Rio. Penganut Kristiani ini setiap hari membaca buku renungan pagi dan renungan malam. Doa-doa di buku renungan ini tersusun berdasarkan tanggal dan Richard membacanya secara berurutan.

Pada partai final yang tepat jatuh pada tanggal 17 Agustus 2016 memang bersamaan dengan HUT RI ke-71. Di pagi harinya, Richard menjalani rutinitasnya membaca buku doa renungan pagi tertanggal 17 Agustus 2016. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan apa yang tertulis di buku tersebut.

“Waktu itu saya membaca di ruang makan, saya kaget. Renungan pagi itu mengulas tentang pengalungan medali emas di kepada atlet Indonesia yang sedang bertanding di luar negeri,” cerita Richard kepada Badmintonindonesia.org.

“Saat itu saya tertegun, apakah ini suatu pertanda? Saya baca ulang lagi dan benar buku tersebut membahas tentang pengalungan medali emas. Dalam hati saya berpikir, apakah ini bisa terwujud nanti malam?” sambung Richard.

Dituturkan pria asal Ternate, Maluku, ini bahwa firasat ini membuatnya semakin tenang dan ini menjadi penguat untuknya dalam mendampingi Tontowi/Liliyana di final yang begitu menegangkan. Ia juga berbagi cerita ini kepada Liliyana yang kebetulan seiman dengannya.

“Sebelum tanding, waktu pemanasan jelang partai final, saya kasih buku renungan ini ke Butet. Saya bilang sama dia, bahwa ini bisa saja terjadi malam ini, kamu harus percaya dan yakin kalau kamu bisa. Kepada Owi yang berbeda keyakinan, saya yakin Owi juga sudah berdoa sesuai kepercayaannya, jadi saya lebih banyak kasih support dari sisi pelatih supaya dia tampil lebih tenang,” ungkap Richard.

Ternyata pertanda yang dirasakan Richard benar-benar terwujud. Malam itu memang terjadi pengalungan medali kepada atlet Indonesia yang tengah berjuang di luar negeri. Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir dikalungi medali emas ganda campuran Olimpiade Rio de Janeiro 2016 setelah di final mengalahkan Chan Peng Soon/Goh Liu Ying (Malaysia), dengan skor 21-14, 21-12. (*)