Tim Keabsahan Lakukan Verifikasi Data Peserta Pra-PON

 
(Jakarta, 11/9/2015)
Jelang penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016 di Jawa Barat, bakal dilangsungkan Pra-PON cabang olahraga bulutangkis pada tanggal 17-22 November 2015. Pra-PON ini merupakan kualifikasi guna menyaring peserta yang berhak untuk berlaga di PON.
 
Pada cabang olahraga bulutangkis, Pra-PON akan memainkan kualifikasi yang diikuti 30 provinsi, dimana empat provinsi lainnya yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, tidak mengikuti Pra-PON. Keempat provinsi tersebut tercatat memiliki materi atlet level nasional hingga internasional hingga dipandang mampu langsung bersaing di tingkat PON tanpa perlu melewati kualifikasi. Data juga membuktikan bahwa keempat provinsi ini selalu mendominasi Pra-PON pada tahun-tahun sebelumnya.
 
Sebelum dimulainya Pra-PON, cabang olahraga bulutangkis membenahi tata tertib dan segala peraturan demi terciptanya iklim kompetisi yang fair di ajang seleksi tersebut. Salah satunya adalah soal domisili atlet yang menjadi patokan utama seorang atlet membela sebuah provinsi. Pada Pra-PON kali ini, tim keabsahan bakal melakukan verifikasi mengenai kebenaran dan kelengkapan data si atlet.
 
“Pada Pra-PON kali ini, semua atlet pindahan wajib untuk melengkapi dokumen yang diperlukan seperti Surat Pengajuan Mutasi, Surat Mutasi dari Kota/Kabupaten, Surat Mutasi dari Provinsi, serta Surat Mutasi dari KONI,” ujar Eddyanto Sabarudin, Kasubid Turnamen dan Perwasitan PP PBSI.
 
“Lewat proses verifikasi dan keabsahan, kami berharap pelaksanaan Pra-PON dapat berjalan lancar dan seluruh peserta tertib aturan. Semua peserta yang mengikuti Pra-PON adalah peserta yang benar-benar layak dari segi keabsahaannya,” kata Eddy kepada BadmintonIndonesia.org.
 
Selain itu, usia atlet peserta Pra-PON juga menjadi bahan pembahasan panitia penyelenggara pada rapat yang digelar pada 10-11 September 2015 di Pelatnas Cipayung. Hanya atlet yang lahir pada tahun 1991 atau sesudahnya yang dapat ambil bagian di pekan olahraga ini. Setiap atlet wajib menyertakan fotokopi akte kelahiran, KTP serta kartu keluarga untuk proses verifikasi data.
 
Pra-PON cabor bulutangkis akan dilangsungkan di lima wilayah provinsi yaitu Bangka Belitung, Bangka Belitung II, Banten, Kalimantan Selatan serta Sulawesi Selatan. Berdasarkan data yang sudah masuk dari kelima wilayah ini, tercatat ada 33 berkas atlet putra dan 33 berkas atlet putri yang mesti dilakukan verfikasi ulang. (*)