Rexy Bakal Rancang Program Main Rangkap untuk Ganda Putri

 
 
(Jakarta, 18/8/2015)
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestas PP PBSI Rexy Mainaky mengevaluasi penampilan ganda putri Greysia Polii/Nitya Krsihinda Maheswari selama turnamen Total BWF World Championships 2015. Power atau kekuatan menjadi salah satu hal yang mesti ditingkatkan dari pasangan ganda putri rangking lima dunia ini.
 
Oleh karenanya, Rexy berencana untuk membuat program bermain rangkap buat Greysia/Nitya. Hal ini disampaikan mantan peraih medali emas Olimpiade Atlanta 1996, di Hotel Mulia (Senin, 17/8).
 
 
“Saya sudah bilang ke Richard Mainaky (Kepala Pelatih Ganda Campuran PBSI -red), bahwa Greysia/Nitya juga akan bermain rangkap di ganda campuran. Kami juga akan duduk bareng Herry IP (Kepala Pelatih Ganda Putra PBSI -red). Dengan catatan, pelatih jangan kasih pemain asal-asalan. Mengenai kaitan bermain rangkap dan fokus ke olimpiade, saya rasa kita tidak perlu menunggu sampai bulan April 2016, bulan Desember tahun ini juga sudah kelihatan siapa yang bakal lolos,” tutur Rexy.
 
 
Selain itu, usai kejuaraan dunia, Greysia/Nitya juga bakal dapat metode latihan yang berbeda dengan biasanya. Guna meningkatkan kekuatan dan pertahanan, mereka akan lebih sering sparring dengan pemain putra agar terbiasa menghadapi pukulan keras dan smash yang membahayakan.
 
Greysia/Nitya yang meraih medali perunggu di kejuaraan dunia yang berlangsung 10-16 Agustus 2015 di Istora, harus takluk di tangan Tian Qing/Zhao Yunlei (Tiongkok), 8-21, 16-21. Dalam laga ini, Greysia/Nitya memang tak dapat berbuat banyak, hal ini berbeda dengan penampilan di Asian Games 2014, kala itu Greysia/Nitya pertama kalinya menang dari Tian/Zhao setelah menelan dua kali kekalahan.
 
“Pola permainan Greysia/Nitya sudah kelihatan sekali mudah dibaca oleh Tian/Zhao yaitu bermain pelan lalu serang, saya sudah bilang kepada Eng Hian (Kepala Pelatih Ganda Putri -red) untuk dievaluasi dari segi latihannya,” ungkap Rexy.
 
“Greysia/Nitya bisa menjadi harapan di olimpiade, dengan catatan bahwa mereka harus banyak sparring dengan pemain putra, karena mereka kalah power. Soal speed, saya rasa dengan usia Greysia yang seperti itu, sudah tidak bisa ditingkatkan lagi. Saya akan duduk dengan Eng, program latihan Greysia/Nitya tidak bisa disamakan dengan pemain yang lain, harus banyak latihan dengan pemain putra,” pungkas mantan pelatih nasional Inggris, Malaysia dan Filipina ini.
 
Usai kejuaraan dunia, Greysia/Nitya akan kembali berburu poin di rangkaian turnamen super series di Jepang dan Korea. (*)