(Coca Cola Astec Indonesia Intl Challenge 2014) Sengit, Hera Belum Mampu Atasi Wakil Jepang

(Jakarta, 16/8/2014)
Gelar tunggal putri harus luput dari tangan Indonesia selaku tuan rumah turnamen Coca Cola Astec Indonesia International Challenge 2014. Hera Desi Ana Rachmawati ditaklukkan wakil Jepang, Mayu Matsumoto, 10-11, 11-10, 6-11, 11-10, 9-11.

"Sayang juga sih kalahnya dengan poin yang tipis, apalagi saya sudah unggul di game pertama. Seandainya saya bisa mengamankan game pertama, pasti ceritanya lain," ucap Hera usai pertandingan.

 "Saya sempat merasa serba salah, mau servis pendek atau tinggi semua salah, karena lawan selalu bisa mengembalikan dengan baik. Di game pertama servis saya sering out dan ini membuat saya jadi ragu-ragu. Postur lawan yang tinggi juga menyulitkan karena jangkauannya bagus, jadi bola-bola sulit juga dapat dikembalikan," kata Hera.

Pertarungan yang berlangsung selama 55 menit ini memang berlangsung seru dan menarik perhatian penonton. Skor pertandingan pun selalu tak terpaut jauh, membuat situasi makin menegangkan.

"Saya merebut game kedua dan keempat setelah mencoba taktik baru dengan menurunkan bola. Ini sempat membuat dia bingung, tapi di akhir-akhir malah saya bawaannya balik lagi mengangkat bola terus," ungkap Hera, pemain asal klub Mutiara Cardinal Bandung.

Hera tak ingin berlarut-larut dalam kekecewaan atas kekalahannya. Namun ia bertekad untuk memperbaiki penampilannya di turnamen-turnamen selanjutnya. Hingga saat ini Hera belum dapat memastikan turnamen apa yang akan ia ikuti selanjutnya, ia lebih memilih fokus untuk proses penyembuhan cedera kedua lututnya.

"Sekarang cedera lutut kanan saya sudah pulih, tinggal lutut kiri. Kalau cedera sudah sembuh kan enak, mau main seperti apa juga percaya diri," tuturnya. (*)