Jaya Raya Junior International Challenge 2014, Ajang Pebulutangkis Muda Kembangkan Potensi

(Jakarta, 13/8/2014)
Pengembangan pebulutangkis junior menjadi salah satu agenda penting bagi PBSI demi menjalankan roda regenerasi. Salah satunya dengan menyediakan wadah kompetisi berkualitas untuk menguji efektivitas pembinaan yang telah dilakukan di klub.
 
Salah satu ajang kompetisi bergengsi yang bakal digelar adalah turnamen Jaya Raya Junior Internaional Challenge 2014. Kejuaraan level Upgraded Asian Junior Tournament ini akan diselenggarakan pada 26-31 Agustus 2014 di GOR Sudirman, Surabaya, Jawa Timur.
 
Seperti tertera pada titel turnamennya, kejuaraan ini merupakan kejuaraan level internasional bagi pemain-pemain kelas taruna (U-19). Pada kejuaraan berhadiah total 20 ribu dollar AS ini akan dimainkan lima partai perorangan yaitu tunggal putra, tunggal putri, ganda putra, ganda putri serta ganda campuran.
 
Jaya Raya Jakarta, sebuah klub bulutangkis ternama yang telah melahirkan nama-nama besar di bulutangkis seperti Susy Susanti, Hendra Setiawan, Markis Kido dan sebagainya, akan menjadi sponsor baru kejuaraan ini. Diungkapkan Rudy Hartono, juara All England delapan kali yang kini menjabat sebagai Ketua Umum PB Jaya Raya, klubnya menyambut baik kesempatan yang diberikan oleh PBSI.
 
“Jaya Raya memang punya komitmen tinggi dalam pembinaan junior. Kami berterima kasih kepada PBSI atas kesempatan yang telah diberikan. Ajang ini penting buat kita untuk bisa mengetahui sampai mana kemampuan lawan, kita bisa memonitor pemain-pemain junior negara lain seperti Tiongkok, Jepang, Korea dan sebagainya,” kata Rudy di acara konferensi pers di Pelatnas Cipayung, Rabu (13/8).
 
“Turnamen ini memiliki sponsor baru yaitu Jaya Raya, rencananya setiap tahun juga akan dilangsungkan di kota-kota yang berbeda. Selain itu, prize money juga meningkat dari 15 ribu dollar AS menjadi 20 ribu dollar AS,” ujar Bambang Roedyanto, Kasubid Hubungan Internasional PP PBSI.
 
“Menurut kami, ini adalah turnamen yang sangat penting untuk pembinaan pemain muda, karena pemain junior inilah yang akan menjadi pemain kelas dunia, apalagi Jaya Raya sudah menghasilkan tiga atlet peraih medali olimpiade,” jelas Imelda Wiguna, mantan pemain nasional yang merupakan perwakilan dari Jaya Raya.
 
“Pemain Indonesia akan mendapat pengalaman bertanding dengan pemain dunia. Selain itu, para pengamat bulutangkis di Indonesia juga punya kesempatan untuk melihat, mempelajari pergerakan kemajuan pemain junior dunia yang nantinya akan menjadi rival di sepanjang karier pemain junior Indonesia,” tambah Imelda.
 
Jaya Raya Junior International Challenge 2014 merupakan salah satu turnamen berkelas di level junior. Jika mengacu pada sistem rangking dunia junior, turnamen ini berada di urutan ketiga yang menawarkan poin tertinggi. Di urutan pertama ada BWF World Junior Championships dengan total poin 11 ribu untuk para juara, diikuti dengan Asia Junior Championships dengan sembilan ribu poin, kemudian Upgraded Asian International Tournaments dengan tujuh ribu poin. (*)