(BCA Indonesia Super Series Premier 2014) Juara, Joachim/Christina : Terima Kasih, Tontowi/Liliyana!

 

(Jakarta, 22/6/2014)
Pasangan ganda campuran Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen (Denmark) sukses naik podium juara di ajang BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014 dengan menumbangkan unggulan ketiga dari Tiongkok, Xu Chen/Ma Jin, 18-21, 21-16, 21-14.
 
Kemenangan Joachim/Christinna juga membayar penantian Denmark yang selama 13 tahun lamanya puasa gelar ganda campuran di turnamen Indonesia Open. Gelar terakhir diraih pasangan Thomas Lund/Pernille Dupont pada tahun 1991. Secara keseluruhan, Denmark terakhir kali berjaya di Indonesia Open pada tahun 2000 lewat tunggal putri Camilla Martin.
 
Joachim/Christinna juga mengucapkan terima kasih atas dukungan publik Istora yang tak henti-hentinya meneriakkan dukungan “DENMARK! DENMARK!”.
 
“Kami tak akan bisa menang tanpa dukungan supporter di Istora, terima kasih atas dukungan yang telah diberikan. Kemenangan terasa sangat spesial, memang tahun ini kami berharap bisa menang setelah beberapa kali gagal,” tutur Joachim yang bersama Christinna menjadi juara di BWF Super Series Finals 2013.
 
“Gelar ini sangat berarti buat kami, kami suka dukungannya, kami suka para fansnya, kami suka bertanding di turnamen ini, pokoknya kami suka berada di Indonesia,” ujar Christinna.
 
Pasangan rangking empat dunia ini juga berterima kasih kepada pasangan ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Mengapa? Ternyata saat bertanding melawan Xu/Ma, mereka merasa bahwa ganda campuran Tiongkok tersebut terlihat kelelahan dan diperkirakan karena stamina mereka terkuras di semifinal.
 
“Setelah kekalahan di game pertama, kami terus bermain menekan dan mempercepat tempo. Saat itu kami lihat mereka kelelahan, mungkin karena di semifinal mereka bermain rubber game melawan Tontowi/Liliyana, jadi kami juga berterima kasih kepada Tontowi/Liliyana,” ujar Joachim sambil tertawa.
 
Sementara itu, Xu/Ma yang merasa tampil kurang maksimal mengatakan bahwa mereka akan menerima kekalahan ini dengan lapang dada.
 
“Kami menerima kekalahan ini, bukan karena kesalahan saya atau Ma, tetapi ya memang kami kalah,” ucap Xu.
 
“Feeling kami memang kurang enak di pertandingan ini. Saya juga bermain rangkap di ganda putri, maunya sih dua-duanya menang, tapi sayangnya saya kalah di nomor ganda campuran,” ungkap Ma.
 
Saat berita ini diturunkan tengah bertanding partai tunggal putri antara Li Xuerui (Tiongkok) melawan Ratchanok Intanon (Thailand). Sementara wakil Indonesia, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, akan bertanding di partai kelima melawan musuh bebuyutan mereka, Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong (Korea). (*)