(BCA Indonesia Super Series Premier 2014) Ini Bisikan Liliyana yang Kobarkan Semangat Tontowi

 

(Jakarta, 19/6/2014)
 
Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kembali harus bekerja keras di laga-laga awal BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014. Setelah di babak pertama dipaksa bermain rubber game oleh Michael Fuchs/Birgit Michels (Jerman), kini giliran Shin Baek Cheol/Jang Ye Na (Korea) yang menyulitkan langkah Tontowi/Liliyana di babak kedua.
 
Di game pertama, Tontowi/Liliyana menang dengan cukup mudah. Pada game kedua, pasangan Juara Dunia 2013 ini kembali unggul jauh 17-12, kemenangan sudah di depan mata. Namun Shin/Jang tak mau menyerah begitu saja, walaupun Tontowi/Liliyana didukung ribuan supporter di Istora, Shin/Jang tetap berusaha menekan hingga akhirnya sukses merebut game kedua lewat adu setting.
 
Pada game ketiga, perolehan poin berlangsung sangat ketat. Satu poin saja susah dibekukan kedua pasangan. Apalagi di game penentuan, satu poin sangatlah penting. Main di kandang sendiri, Tontowi tampak canggung dan beberapa kali melakukan kesalahan-kesalahan yang tidak perlu. Hal ini ternyata disadari oleh sang partner.
 
“Tadi saya sempat terbawa juga. Tontowi mungkin juga demam panggung, karena dia mau menunjukkan yang terbaik ke publik sendiri. Tapi jadinya malah kepikiran, seharusnya dia bisa lebih cuek. Saya memang harus lebih aktif mengingatkan Tontowi,” ungkap Liliyana.
 
“Saat itu saya berpikir, masa sih saya kalah dari ganda Korea ini? Kami kan Juara Dunia, Juara All England, masa kalah dari Shin/Jang? Apalagi saat kami jadi tuan rumah. Saya pun langsung mengatakan pada Tontowi ‘Wi, masa sih kita Juara Dunia dan Juara All England tiga kali bisa kalah dari pasangan ini?’,” cerita Liliyana.
 
Diakui Liliyana, penampilan Tontowi langsung berubah drastis usai ia mengatakan hal itu. Tontowi seolah bangkit dari hipnotis yang membuatnya tampil kurang maksimal. Liliyana pun berkata bahwa bermain di kandang sendiri memang berbeda dengan di luar negeri. Ia pun bercerita bahwa ketika di All England 2014, lebih mudah untuk memberikan arahan pada Tontowi.
 
Performa Tontowi/Liliyana memang masih belum maksimal hingga babak kedua, padahal keduanya menargetkan untuk bisa naik podium juara. Tontowi/Liliyana pun menyadari hal ini dan bertekad untuk tampil lebih baik di pertandingan-pertandingan selanjutnya.
 
“Kalau tidak bisa berubah, ya pertandingan kami bakal alot terus. Kami harus bangkit dari feeling main yang belum enak, kalau tidak ya bisa berbahaya, karena makin lama kan lawan-lawannya makin berbahaya,” beber Liliyana.
 
Tontowi/Liliyana melaju ke babak perempat final usai menang rubber game dengan skor 21-11, 22-24, 21-13. Sayang, pasangan junior-senior Kevin Sanjaya Sukamuljo/Greysia Polii terhenti di babak kedua. Sementara Praveen Jordan/Debby Susanto baru akan bertanding melawan Joachim Fischer Nielsen/Christinna Pedersen. (*)