(BCA Indonesia Super Series Premier 2014) Menegangkan, Simon Lolos dari Lubang Jarum

(Jakarta, 18/6/2014)
Simon Santoso akhirnya lolos dari pertandingan menegangkan di babak pertama kejuaraan BCA Indonesia Open Super Series Premier 2014. Tiket babak kedua diraih Simon setelah menaklukkan Marc Zwiebler (Jerman), 21-12, 13-21, 22-20.
 
Pertarungan yang berdurasi selama 62 menit ini menarik perhatian supporter di stadion Istora Senayan. Simon memang menjadi salah satu harapan di nomor tunggal putra. Pemain rangking 28 dunia ini pun punya kans besar untuk memenangkan laga kontra Zwiebler, karena dalam dua pertemuan sebelumnya, Simon selalu menang atas runner up Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2013 tersebut.
 
“Sebuah pertandingan yang bagus, tapi pemain tak bisa hanya tampil bagus di lapangan, kami butuh keberuntungan juga. Sebetulnya saya punya kesempatan, tapi kurang beruntung. Kami sudah sama-sama tahu permainan masing-masing, apalagi kami pernah satu tim di superliga bersama Musica Champion,” Zwiebler berkomentar.
 
“Saya tak merasa ada tekanan dari penonton, saya sudah tahu kalau supporter Indonesia pasti akan mendukung Simon. Atmosfer yang luar biasa dari penonton di Istora justru membuat saya termotivasi. Tapi saya menyayangkan penampilan saya, tahun lalu saya runner up, tapi sekarang kalah di babak pertama,” tambahnya.
 
Di game pertama, Simon menang dengan skor cukup telak. Seperti diungkapkan Simon, ia cukup beruntung mendapatkan lapangan dengan kondisi yang cukup nyaman hingga ia lebih mudah mengontrol permainan dan tak ragu mengangkat bola. Simon pun terus menekan lawan hingga ia menang mudah.
 
“Keadaan berbeda di game kedua, saya malah merasa anginnya kurang enak dan arahnya tidak menentu, lawan malah makin berani. Namun pelatih memberi saran kepada saya kalau ini tidak boleh menjadi alasan karena lawan juga merasakan hal yang sama. Makanya di game ketiga saya bangkit dan mencoba lebih agresif,” jelas Simon yang merupakan juara Singapore Open Super Series 2014 ini.
 
“Di poin kritis saya tampil lebih tenang, malah Zwiebler yang kelihatan terburu-buru mau mematikan bola. Tapi secara keseluruhan penampilan Zwiebler cukup bagus, perjuangannya, serangannya dan pertahanannya bagus,” ungkap Simon.
 
Di babak kedua, Simon akan berhadapan dengan pemenang antara Nguyen Tien Minh (Vietnam) dan Hu Yun (Hong Kong). Simon berharap bisa tampil lebih baik dan makin percaya diri di pertandingan – pertandingan selanjutnya.
 
Dengan hasil ini, nomor tunggal putra sementara sudah meloloskan dua wakil ke babak kedua. Sebelumnya, Wisnu Yuli Prasetyo lolos usai menumbangkan Rajiv Ouseph (Inggris) 17-21, 21-18, 21-15. Sementara Tommy Sugiarto dan Dionysius Hayom Rumbaka belum bertanding.
 
Pada sektor putri, Adriyanti Firdasari juga melaju ke babak kedua setelah mengalahkan Li Michelle (Kanada) 21-18, 21-14. Sayang, Linda Wenifanetri dan Hera Desi Ana Rachmawati harus terhenti. Linda dikalahkan Nitchaon Jindapon (Thailand), 16-21, 21-18, 12-21. Sedangkan Hera takluk di tangan Tee Jing Yi (Malaysia), 19-21, 28-30. (*)