(Liga Mahasiswa 2014) UPH Tak Pilih Lawan

JAKARTA – Tim bulutangkis putri Universitas Pelita Harapan (UPH) memastikan satu tiket babak semifinal Grand Final Liga Mahasiswa (Lima) Badminton 2014. Sukses itu diraih setelah tim ini keluar sebagai juara pool X usai menundukkan lawan-lawan mereka pada laga putaran final yang berlangsung di Hall Bulutangkis Asia-Afrika, Jumat-Sabtu, ( 30-31/5) 2014.

Status juara grup diperoleh berkat tiga kemenangan yang diraih masing-masing atas tim Universitas Budi Luhur (UBL) Jakarta dengan skor 4-1.

Dilanjutkan dengan kemenangan telak 5-0 atas Unsada dan Unikom Bandung yang dipaksa menyerah 1-4. Bagi Unikom, kekalahan ini tidak merubah posisi mereka dari peringkat dua grup sekaligus berhak mendampingi UPH melangkah ke semifinal yang akan digelar Minggu (1/6) pagi.

Mengomentari sukses yang dibuat anak buahnya, pelatih UPH Vera Octavia mengatakan kalau capaian mereka kali ini merupakan buah dari persiapan matang yang telah mereka lakukan sebelumnya. "Mungkin kami satu-satunya tim yang sudah mempersiapkan sejak Januari, atau beberapa bulan sebelum kompetisi ini berlangsung,"ujarnya disela sela pertandingan.

Dengan persiapan yang lebih baik dibandingkan tahun lalu, dirinya optimistis mampu membawa anak asuhnya sampai ke laga puncak dan merebut gelar juara. Namun sebelum itu mereka harus lebih dahulu melewati babak semifinal.

Terkait calon lawan, mantan atlet pelatnas PBSI Cipayung tidak mau pilih lawan."Kami siap melawan tim mana saja, karena kekuatan mereka relatif sama," imbuhnya.

Vera menambahkan, dirinya bersukur bisa mencatat hasil yang sejauh sesuai dengan target yang dipatok manajemen UPH.

"Dan berkat sukses kami tahun lalu itu, kampus sepertinya mau.memberi kepercayaan lebih"ujar mantan pemain nasional yang satu angkatan dengan pemain ganda, Carmelita serta Deyana Lomban itu.

Di semi final besok, , UPH akan menghadapi runner up pool Y Usakti yang pada pertandingan terakhir grup, takluk dari UPI Bandung dengan skor 2-3. Adapun UPI yang keluar sebagai juara pool akan bertemu Unikom Bandung pada waktu dan tempat yang sama untuk perebutan satu tiket final yang akam digelar sore hari nya.