(World Junior Championships 2014) Gita Wirjawan Apresiasi Perjuangan Junior Indonesia

(Alor Star, 12/4/2014)
Meskipun belum berhasil membawa pulang Piala Suhandinata ke pangkuan Ibu Pertiwi, perjuangan tim junior Indonesia di ajang BWF World Junior Championships 2014 patut diapresiasi. Tim junior Indonesia yang awalnya ditarget ke babak semifinal, mampu membayar tantangan tersebut bahkan melesat hingga tembus babak final hingga akhirnya dikalahkan China dengan skor 0-3.

Pencapaian ini menyamai prestasi tahun lalu di BAngkok, dimana kala itu pebulutangkis junior Merah-Putih sukses mengukir sejarah dengan melaju ke babak final nomor beregu campuran untuk pertama kali. Pada tahun ini, Indonesia muda kembali menunjukkan semangat dan kerja keras hingga mereka mampu melampaui target yang telah diberikan, walaupun di atas kertas, materi pemain WJC tahun ini tak sekuat tahun lalu.

"Selamat kepada tim junior Indonesia yang berhasil melampaui target dan meraih medali perak di ajang beregu campuran BWF World Junior Championships 2014. Meskipun di final belum berhasil menghentikan Tiongkok, perjuangan para atlet muda sungguh luar biasa dan patut kita apresiasi," ujar Gita.

Belum berhasil menjadi kampiun di nomor beregu, Gita mengatakan bahwa tim junior hendaknya jangan berputus asa karena mereka masih memiliki kesempatan untuk naik podium juara di nomor perseorangan pada ajang paling bergengsi di kelas U-19 ini.

"Masih ada kesempatan meraih gelar di nomor perseorangan BWF World Junior Championships 2014. Semoga para atlet junior tetap memiliki semangat yang tinggi dalam berjuang membawa nama Indonesia untuk meraih yang terbaik. Selamat bertanding!" seru Gita.

PP PBSI menaruh perhatian besar pada pembinaan pebulutangkis usia muda. Pasalnya, nasib bulutangkis Indonesia akan ada di tangan para pemain ini dalam kurun waktu tiga hingga lima tahun mendatang. Regenerasi pun tak akan berjalan mulus tanpa pembinaan pemain junior yang terpadu.

BWF World Junior Championships 2014 menjadi salah satu kejuaraan yang menjadi prioritas utama di pelatnas potensi PBSI, serta pemain kelas junior binaan klub. Selain itu, dua event penting lainnya seperti Asia Junior Championships 2014 dan Olympic Youth 2014 juga menjadi fokus utama di pembinaan pemain kelas taruna. (*)