Rexy Akan Lakukan Evaluasi

Kuala Lumpur, 14 Desember 2013 – Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir harus langsung angkat koper dari ajang BWF World Super Series Finals 2013. Mereka gagal memetikan satu kemenanganpun di babak penyisihan Grup B. Hal ini mendapat tanggapan dari Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Rexy Mainaky yang juga berada di Kuala Lumpur.

"Tontowi/Liliyana masih memiliki kekurangan, dari beberapa segi misalnya fokus dan konsentrasi Tontowi masih harus diperbaiki. Apalagi jika mengingat laga mereka melawan Thailand (Sudket Prapakamol/Saralee Thoungtongkham), mereka awalnya sudah bagus tapi malah kalah," ujarnya. 

Rexy mengutarakan raihan Tontowi/Liliyana di tahun ini memang gemilang, mereka berhasil menjuarai dua turnamen bergengsi, yakni All England dan Kejuaraan Dunia, mereka pun turut memperkuat tim Piala Sudirman Indonesia. Rexy pun mengutarakan mengenai kemungkinan kejenuhan yang dialami pemain. 

"Kita lihat kemarin saat kedudukan 23-22 di game kedua, Tontowi seperti sudah menganggap pertandingan selesai. Ini artinya fokus dan konsentrasinya sudah tidak di lapangan. Kita tidak bisa berharap kalau performance mereka bisa terus meningkat dari satu turnamen ke turnamen lain. Ini bahan evaluasi untuk kita, kita harus lebih selektif untuk memilih turnamen untuk mereka," lanjutnya. 

Sementara tidak adanya wakil putri dari pelatnas di ajang bergengsi yang berhadiah total US$ 500.000 ini Rexy berujar bahwa materi yang ada di pelatnas kali ini adalah yang terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini. 

"Untuk saat ini, ya inilah aset yang kita punya. Kita harus memaksimalkan yang ada. Memang belum ada wakil di Super Series Finals kali ini. Tapi kita lihat di SEA Games, Bellaetrix mampu mencapai final. Sementara Hera Desi juga mulai menunjukkan konsistensinya dan mulai bisa berbicara banyak di level grand prix. Untuk ke depannya semoga bisa kita push untuk lebih berprestasi," tuturnya. 

Rexy pun mengutarakan bahwa akan ada evaluasi menyeluruh untuk sektor putri. "Di tunggal putri saya masih belum merasa cocok dengan pelatihannya, akan ada evaluasi secara keseluruhan termasuk kepalatihan. Karena bisa dilihat masalah fisik tunggal putri sendiri menjadi sebuah pekerjaan rumah untuk kita, karena kalau dari segi bibit kita tidak kalah, banyak pemain kita yang punya kualitias," tegasnya.

Untuk sektor ganda putri sendiri yang sempat mengalami bongkar pasang, Rexy mengutarakan bahwa pasangan sekarang adalah pasangan yang sudah siap untuk terus didorong berprestasi.
 
"Mereka berada di Pelatnas, mind set mereka sudah harus prestasi, dan tidak puas dengan hanya menyangdang pemain Pelatnas atau tercukupi dari segi materi. Tetapi harus mampu memberikan prestasi," tutupnya. (*)