(Piala Sudirman) Jelang Piala Sudirman, Mental Pemain akan Ditingkatkan
(Jakarta, 18/4/2013) Menghadapi kejuaraaan Piala Sudirman di Kuala Lumpur, Malaysia, 19-26 Mei, tim bulutangkis Indonesia akan mempersiapkan para punggawanya dengan solid. Salah satunya, mental pemain akan dipersiapkan dengan baik.
Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum PB PBSI Gita Wirjawan dalam acara pemberian motivasi kepada skuad tim Piala Sudirman di Pelatnas Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (19/4). Selain pemain, hadir pula Waketum Fuad Basya, Sekjen Koesdarto Pramono, Kabin Binpres Rexy Mainaky, dan Kasubid Humas dan Social Media Ricky Soebagdja.
Menurut Gita, persoalan belum tangguhnya mental para pemain Merah-Putih tersebut bisa disimak dari ajang Axiata Cup di Kuala Lumpur, pekan lalu. Tim Indonesia harus puas menduduki peringkat keempat.
"Ketika dalam posisi tertinggal, para pemain mengaku makin terbebani dan akhirnya tidak mampu mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya. Persoalan mental pemain inilah yang harus kita benahi," sebut Gita.
Menurut Gita, berkaca dari pengalaman, perjalanan tim di Axiata Cup memang tak mulus. Namun, segala pengalaman yang didapat dari Axiata Cup lalu, sudah dicatat dan disikapi. Mental pemain yang tangguh akan menjadi salah satu kunci keberhasilan tim Indonesia nanti.
"Untuk bisa memenangi Piala Sudirman nanti, salah satunya, mental pemain harus dipersiapkan dengan optimal," tegas Gita.
Untuk mendongkrak motivasi dan semangat juang pemain, salah satu jalan yang diambil PBSI adalah dengan memberikan wejangan langsung dari Ketua Umum PBSI. Selain itu, juga lewat berbagi pengalaman dari para legenda bulutangkis Indonesia seperti Susy Susanti.
Gita menceritakan, untuk meraih sukses tentu membutuhkan perjuangan. Dia pun mengisahkan bagaimana etos kerjanya dulu ketika harus menimba ilmu di AS, sambil bekerja.
"Dulu saya kerja keras jadi tukang sapu, tukang cuci, sampai bersihkan tinja. Tidak masalah, asal saya bisa mendapatkan duit dan melanjutkan studi di AS. Pendeknya untuk bisa sukses, itu membutuhkan perjuangan dan kerja keras," sebut Gita.
Susy Susanti juga ikut membakar semangat pemain agar tidak takut duluan ketika bertemu lawan-lawan berat. Susy pun mengisahkan kisah perjuangan herok ketika sukses mengantarkan Indonesia merebut Piala Sudirman untuk kali pertama tahun 1989 di Jakarta.
"Ketika ketinggalan poin, pemain jangan gampang menyerah. Ketika bertemu lawan yang bagus, pemain jangan nge-down duluan. Sebab, pertandingan belum dimulai dan belum tentu kita akan kalah," tutur Susy kepada para pemain.
Digelarnya acara pemberian motivasi ini mendapat sambutan positif dari pemain. Menurut pemain ganda juara Australia dan Selandia Baru, Rian Agung Saputro, dengan acara seperti ini akan menambah semangat dan motivasi pemain untuk berjuang habis-habisan.
"Acara ini bagus dan layak diteruskan. Kami bisa menambah pengalaman dan makin termotivasi untuk bisa memberikan hasil terbaik untuk tim Indonesia," ujar Rian yang berpasangan dengan Angga Pratama.
Rencananya, sebelum berangkat ke negeri jiran, tim Piala Sudirman akan menggelar simulasi di Jakarta. Hanya, menurut Ricky Soebagdja, belum diputusakan kapan waktu pelaksanaannya.
Saat ini sebanyak 28 pemain di Pelatnas Cipayung sudah masuk dalam tim bayangan. Mereka ini kelak akan diciutkan sesuai dengan tenggat pendaftaran pemain ke panitia, yaitu pada 6 Mei.