(Indonesia GP Gold) Lewati Jepang, Tunggal Putri Indonesia Kuasai Delapan Besar

 

(Palembang, 27/9/2012) Pemain tunggal putri Indonesia melangkah ke babak perempat final Indonesia Open Grand Prix Gold 2012 usai menundukkan putri-putri asal Jepang. Linda Wenifanetri lebih dulu lolos dengan membalas kekalahannya atas Nozomi Okuhara dalam dua gim langsung 22-20, 21-14.
 
Pada pertemuan sebelumnya di Japan Open Super Series 2011, Linda dipaksa menyerah dari pemain muda masa depan Jepang ini dengan skor 14-21, 17-21. Meskipun masih junior, Okuhara tak dapat dipandang sebelah mata, finalis Kejuaraan Asia Junior 2012 ini sempat menyulitkan sejumlah pemain yang lebih senior darinya seperti Liu Xin, Li Han, Porntip Buranaprasertsuk, Cheng Shao Chieh, dan sebagainya.
 
Adriyanti Firdasari kemudian mengikuti jejak Linda ke babak delapan besar. Firda perlu bekerja keras untuk menyelesaikan pertandingannya melawan Sayaka Takahasi dengan skor akhir 13-21, 21-13, 23-21.
 
“Saya kesulitan mengontrol bola karena angin di lapangan kencang sekali, terutama lapangan tiga tempat saya bertanding. Sempat bingung juga tadi, mau atur strategi susah, kontrol bola juga susah karena menurut saya kondisi anginnya sudah parah sekali, saya tidak tahu mau komentar apa lagi” ujar Firda setelah bertanding.
 
Pada pertandingannya di babak kedua ini, Firda bermain di lapangan tiga yang terletak disebelah pintu keluar masuk ruangan atlet yang diduga menjadi sumber angin yang cukup kencang. Selain itu pendingin ruangan yang dipasang di tribun atas juga berpengaruh terhadap kondisi angin di lapangan tersebut.
 
Sejumlah pemain seperti Sony Dwi Kuncoro dan Dionysius Hayom Rumbaka yang bermain di lapangan yang sama pada hari ini juga mengeluhkan hal yang sama. Keduanya mengaku sempat kewalahan mengontrol arah bola dan mengukur akurasi pukulan.
 
Untungnya para pemain Indonesia ini berhasil mengontrol permainan mereka dan menyelesaikan tugasnya hari ini dengan baik. Firda sempat membuat suasana stadion menjadi menegangkan saat ia tertinggal 20-21 di gim penentuan.
 
“Pada poin kritis, saya tegang dan inginnya buru-buru menyelesaikan pertandingan sehingga banyak pengembalian yang kurang baik seperti bola-bola datar yang mudah di-smash oleh lawan” ungkap Firda.
 
Dua wakil tunggal putri lainnya, Aprilia Yuswandari dan Hera Desi Ana Rachmawati, juga dihadapkan dengan wakil dari Jepang. Aprilia menang dua gim langsung atas Aya Ohori, 21-8, 22-20, sementara Hera menundukkan Kana Ito dengan skor 21-18, 21-6.