(Asia Junior Championships) Alfian/Shela Kecewa Keputusan Wasit
(Gimcheon, 5/7/2012) Pasangan ganda campuran Alfian Eko Prasetya/Shela Devi Aulia merasa kecewa dengan beberapa keputusan wasit dan service judge yang memimpin pertandingan di babak ketiga Kejuaraan Asia Junior U19 2012. Pasalnya Alfian/Shela merasa beberapa keputusan wasit seolah ‘berat sebelah’ dan menguntungkan lawan yang merupakan pasangan tuan rumah, Park Se Woong/Kim Ji Won.
Pasangan Indonesia yang merupakan unggulan kelima ini dikalahkan Park/Kim yang non unggulan, dengan dua gim langsung, 18-21, 19-21. Pertandingan berlangsung alot, dimana keduanya selalu saling mengejar perolehan angka.
Namun saat poin-poin kritis, beberapa kali service Alfian/Shela dinyatakan fault oleh service judge dan wasit. Pada gim pertama, dua service Shela dinyatakan fault, dan gim kedua, sebanyak empat poin diraih pasangan Korea saat Alfian/Shela kembali disalahkan baik saat melakukan service atau menerima service dari Park/Kim.
“Masalahnya ini terjadi di saat poin-poin akhir yang kritis, tentunya ini sangat mengganggu konsentrasi dan permainan kami. Beberapa kali service saya fault dan Alfian disalahkan karena dibilang sudah maju duluan saat menerima service” ujar Shela yang berharap kejadian ini tidak terulang lagi.
Sementara itu para pelatih pun menyayangkan kejadian ini. Bambang Supriyanto yang menyaksikan anak didiknya di lapangan, juga merasa dirugikan.
“Pemain junior ini emosinya masih belum stabil, dengan kejadian begini mereka langsung sulit konsentrasi. Apalagi kalau sedang poin yang mepet” kata Bambang yang merupakan mantan pemain ganda putra ini.
Rupanya tak hanya Alfian/Shela yang merasa kecewa dengan keputusan service judge, pasangan Putra Eka Rhoma/Ni Ketut Mahadewi Istarani pun mengalami hal yang sama. Putra/Ketut dikalahkan Bae Kwon Young/Shin Seung Chan, 15-21, 18-21
Rudy Gunawan, sang pelatih yang mendampingi mereka saat bertanding, mengatakan bahwa hal ini Putra/Ketut sedikit banyak mempengaruhi penampilan Putra/Ketut.
“Tercatat sebanyak 18 kali pasangan kita disalahkan, baik saat melakukan service atau menerima service dari pasangan Korea. Beberapa kali keputusan hakim garis juga ada yang kontroversial, namun tidak separah kasus service ini” ujar Rudy akhirnya bersama Bambang mengajukan protes kepada referee, Girish Natu.
Dengan hasil ini maka Indonesia hanya menempatkan satu wakil ganda campuran di babak perempat final. Pasangan Edi Subaktiar/Melati Daeva Oktavianti melaju usai menundukkan Thammasin Sitthikom/Lam Narissapat, 21-18, 21-16.